Update Covid-19 di Belu: Pelaku Perjalanan Beresiko Tersisa 123 Orang

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, jumlah pelaku perjalanan berisiko dalam pantauan tersisa 123 orang

istimewa
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau, SE 

POS KUPANG.COM| ATAMBUA - Berdasarkan Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, jumlah pelaku perjalanan berisiko dalam pantauan sebanyak tersisa 123 orang dari total 1.741 orang.

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak tiga orang yang tersebar di Kecamatan Tasifeto Timur 1 orang, Kecamatan Tasifeto Barat 1 orang dan Kecamatan Raimanuk 1 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau, SE mengatakan hal itu dalam rilis yang diterima wartawan, Senin (18/5/2020). Menurut Cristoforus, update data monitoring dari wilayah kerja 17 Puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan se-Kabupaten Belu hingga Senin, (18/5/2020) pukul 15:00 Wita menunjukkan, total Pelaku Perjalanan Berisiko dalam pantauan sebanyak 1.741 orang, berkurang sebesar 1.618 orang sehingga tersisa 123 orang Pelaku Perjalanan Beresiko dalam pantauan.

Deteksi Corona, Gugus Tugas Lembata Lakukan Rapid Test di Pasar Pada

Orang Dalam Pemantauan (ODP) berkurang 70 orang karena telah selesai masa pemantauan sehingga total ODP hari ini tiga orang yang tersebar di Kecamatan Tasifeto Timur 1 orang, Kecamatan Tasifeto Barat 1 orang dan Kecamatan Raimanuk 1 orang.

Sedangkan, Orang Tanpa Gejala (OTG), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 nihil.

Bupati Robby Cek Kebun dan Dapur Warganya Pakai Motor

Walaupun data monitoring PDP dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Belu nihil, Pemerintah Kabupaten Belu terus menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat.

Berdiam diri dirumah saja, atau menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun dan jika beraktivitas di luar rumah wajib memakai masker.

Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri.

Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia dan World Health Organization (WHO) menganjurkan agar semua masyarakat menggunakan masker. Untuk masker N95 dikhususkan kepada Tenaga Medis sedangkan masyarakat dapat memakai masker kain yang dijahit dan selalu dicuci.

Kepada para pelintas yang memasuki wilayah Kabupaten Belu wajib mentaati semua aturan yang ada disetiap Posko Pemantauan tanpa terkecuali demi keselamatan kita bersama.

Disampaikan juga, untuk mengatasi dampak Covid-19 Pemerintah menyalurkan beberapa bantuan yakni Bantuan Sosial Tunai (BST), Perluasan Program Sembako, Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan Dampak Ekonomi dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Pastikan seluruh warga yang berhak menerima bantuan ini. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved