Bupati Sunur Kesal Kapal yang Muat SWAB Dari Lembata Ditolak di Pelabuhan Larantuka
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur merasa kesal karena kapal yang memuat sampel swab dari Lembata ditolak di Pelabuhan Larantuka
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur merasa kesal karena kapal yang memuat sampel swab dari Lembata ditolak di Pelabuhan Larantuka.
Sampel tersebut sejatinya harus dibawa dengan kapal melalui Pelabuhan Larantuka baru kemudian diantar lanjut ke Maumere.
Sesuai petunjuk Pemprov NTT, sampel SWAB dari Lembata dikirim ke Kupang melalui Bandara Frans Seda Maumere.
Sayangnya, KM Torani, kapal cepat milik Pemda Lembata yang mengangkut sampel Swab yang dikirim oleh Satgas penanganan dan pencegahan Covid-19 Kabupaten Lembata, Jumat (15/5/2020) siang, ditolak sandar di Pelabuhan Larantuka, Kabupaten Flores Timur.
Mendapat perlakuan buruk di Larantuka, Pemkab Lembata kini memotong jalur pengiriman Sampel Swab dengan mengantarkan langsung sampel tersebut ke Kupang dengan menggunakan Kapal milik pemerintah daerah.
• Ada yang Berbau Mistis dalam Perjalanan Persib Juarai Liga Indonesia 1, Apa Itu?
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, telah mencarter pesawat Khusus untuk melayani pengiriman sample Swab untuk wilayah Kabupaten Sikka, Flotim dan Lembata melalui kota Maumere, Ibu Kota Kabupaten Sikka.
Bupati Sunur yang merasa kecewa, mengatakan sampel SWAB yang diangkut dengan kapal hanya transit dan singgah sebentar di Larantuka untuk selanjutnya ke Maumere.
"Tetapi kapal kita disuruh pulang. Itu kan tidak benar. Masa kapal kita disuruh pulang. Ini kan bukan orang yang kita kasi turun. Ini kan harus percepatan penanganan, salah satunya juga mengirim data laboratorium kita untuk ke sana untuk dicek swab. Itu kan tidak benar,” ujar Bupati Sunur gusar.
• Mari Belajar dari Yanto Wutun, Petani Hortikultura yang Sukses di Lembata
Disebutkannya, Pemkab Lembata pun langsung mengambil kebijakan mengirim langsung sampel SWAB ke Kupang dengan kapal milik pemerintah.
"Paling lama besok kita sudah bawa ke Kupang,” ujarnya didampingi Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali dan Ketua DPRD Petrus Gero.
"Mereka belum tahu bahwa tidak boleh sama sekali menahan apapun yang berhubungaan dengan pencegahan dan penanganan Covid-19. Termasuk APD dan hasil Swab," imbuhnya.
Bupati Sunur meminta supaya Gubernur NTT Viktor Laiskodat juga turun tangan menyelesaikan masalah ini.
"Kita disuruh untuk kirim data SWAB ini ke Maumere. Maumere kan harus lewat Larantuka. Tapi kalau Swab kita tidak diterima di Larantuka terus kita mau bawa ke mana. Nah ini juga saya minta perhatian gubernur,” tukas Bupati Sunur. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)