Penjelasan Dr. Pius Weraman Terkait Meningkatnya Khasus Covid-19 di NTT

Simak penjelasan Dr. Pius Weraman terkait semakin meningkatnya kasus Covid-19 di NTT

POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Dr. Pius Weraman, SKM. M. Kes, ahli epidemiolog, Rabu (13/05/2020) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dr. Pius Weraman, SKM. M. Kes, ahli epidemiolog mengatakan, saat ini kita sudah memiliki kepres 9220/ 20 Maret 2020, menetapkan gugus tugas percepatan untuk memperkuat pengendalian dan keputusan gubernur No. 121/2020 merupakan perubahan keputusan dari gubernur No. 119/2020 menetapkan gugus tugas percepatan Covid-19 dan di dasarkan pada keputusan-kepitusan yang lain.

"Awalnya di Nusa Tenggara Timur ( NTT), kita melihat bahwa dampak ini dari kasus impor" ujar Dr. Pius, Rabu (13/05/2020).

Paskah Kematian Pasien Covid-19 di Kupang, Bupati Kodi Mete Perketat Pengawasan

Jadi, kasus impor ini merupakan mereka yang kontak erat dengan Covid-19 yang ada di pulau jawa, sehingga kita kenal sekarang ada klaster Jakarta, Sukabumi, Magetang dan klaster Gowa. Dari banyak klaster ini yang pada saat itu belum berlakukan PSBB, sehingga semua orang asli NTT yang berada di perantauan, seperti di pulau jawa pulang ke NTT.

Ia mengatakan, orang NTT yang ada kegiatan di Gowa yang saat itu mungkin sudah tertular, banyak yang terinfeksi virus ini, dan bukan saja mereka pergi untuk menghadiri acara ritual, tetapi mereka juga membawa pulang covid 19 ini sehingga mulai meningkat di NTT.

Manfaatkan Reses, Maksi Lian Bagikan 1,2 Ton Beras Untuk Masyarakat

Lanjut Dr. Pius, awalnya kita berharap tidak ada kasus, tetapi sampai saat ini sudah mulai banyak kasus yang meningkat di NTT.

Dr. Pius mengatakan, saat ini kerja keras dari pemerintah kota harus melakukan kegiatan upaya pengendalian. Upaya pengendalian ini harus dilakukan pemerintah kabupaten/kota, tetapi fokusnya harus di tingkat RT/RW dan desa.

Hal ini karena, umumnya pemahaman masyarakat kita masih kurang berkaitan dengan virus ini. Apalagi masyarakat kita sampai saat ini masih kurang peduli dengan himbauan dari pemerintah. Mestinya kita harus mentaati aturan pemerintah dan protokol yang dikeluarkan oleh kesehatan. Tegas Dr. Pius

Ia menghimbau, pengendalian utama itu, kita tetap menggunakan masker, cuci tangan, psical distencing/social distancing, jaga jarak dan kontak Kresing.

Kontak kresing artinya, kasus yang pertama sudah terjadi, kita harus telusuri sejauh hubungan kontak dengan orang lain. Karena masa inkubasi virus ini hanya 14 hari, dan selama itu masih terjadi penularan dan masih aktif di dalam tubuh.

Menurut Dr. Pius, selama 14 hari harus isolasi diri. Tetapi isolasi diri itu sangat sulit, karena semua orang ingin bebas, dan sangat sulit karena orang yang diisolasi wajib berada di dalam kamar selama waktu yang ditentukan.

"Yang paling penting untuk menjaga supaya ODP jangan sampai ke PDP atau OTG, itu sebaiknya isolasi terkosentrasi/ terpusat dengan ruangannya harus memenuhi syarat, dan setiap orang sebaiknya satu kamar dan tidak boleh berhubungan dengan orang lain"

Dan yang paling utama menurut Dr. Pius, Harus patuh terhadap protokol kesehatan, supaya bisa mengendalikan Covid-19. Tutup Dr. Pius. (Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Ray Rebon)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved