Di Malaka Siswa Tanpa HP Android, Tugas dari Guru Diantar Sendiri ke Sekolah

SLTA baik SMA maupun SMK di Malaka, pada prinsipnya menghargai ketentuan terkait pelaksanaan ujian kenaikan kelas sistem online

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Edi Hayon
Wakasek Urusan Kurikulum SMAN Harekakae, Marselus Nahak. 

POS-KUPANG.COM | MALAKA - Para siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas ( SLTA) baik SMA maupun SMK di Malaka, pada prinsipnya menghargai ketentuan terkait pelaksanaan ujian kenaikan kelas menggunakan sistem online.

Namun, realitas di lapangan tidak semua siswa menggunakan HP Android sehingga sangat menyulitkan guru mengakses laporan hasil kerja siswa dengan cepat. Bagi siswa yang memiliki HP Android bisa langsung mengirim melalui grup WA sedangkan siswa yang tidak memiliki HP android, langsung mengantar tugas ke guru kelas.

Ketua Posko Covid-19 Kota Kupang: Berita Pasien Positif Covid-19 di Jalan Bajawa itu Hoaks

Kondisi ini diakui Idus Bere, guru SMKN Perikanan, Desa Suai, Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, kepada Wartawan, Kamis (14/5).

Idus Bere mengatakan, untuk menentukan kenaikan kelas untuk siswa kelas X dan XI memang tidak bisa menggunakan ujian tertulis sebagaimana lazimnya digunakan sebelum adanya virus corona. Saat ini pola penilaian hasil ujian dengan melihat nilai semester sebelumnya ditambah dengan hasil tugas yang diberikan guru.

Separuh Wilayah Provinsi NTT Terpapar Positif Covid-19, Pemprov NTT Keluarkan Kebijakan Ini

Di Malaka ini, katanya, tidak bisa disamakan dengan wilayah lain. Jaringan telkomsel terbatas juga tidak semua siswa memiliki HP Android. Upaya yang kami lakukan adalah siswa diberikan tugas melalui grup WA.

" Guru kirim tugas melalui Grup lalu yang punya HP sampaikan ke teman yang tidak punya HP. Mereka kerja kelompok lalu hasilnya difotokan baru kirim ke guru lewat grup. Kalau siswa yang tidak punya adroid maka selesai dia kerjakan soal lalu antar ke sekolah. Tapi dibatasi jam antar soal tidak boleh bergerombol," jelas Idus.

Sementara Wakasek Urusan Kurikulum SMAN Harekakae, Marselus Nahak mengatakan, manajemen SMAN Harekakae, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, belum bisa memastikan soal teknis kenaikan kelas para siswa Kelas X-XI.

Dengan situasi virus corona ini kemungkinan bisa saja para siswa naik kelas secara otomatis baik yang cerdas maupun bodoh. Tetapi untuk menentukannya, pihak sekolah harus berkoordinasi dengan Dinas Dikbud NTT terlebih dahulu.

Menurut Marselus, pihak sekolah baru saja mengumumkan hasil kelulusan UAN SMA bagi siswa kelas XII. Sebentar lagi akan dilakukan proses kenaikan kelas siswa kelas X-XI namun kriteria penilaian belum ada.

"Untuk naik kelas bagi siswa Kelas X-XI tentu kami harus tunggu petunjuk dari Dikbud NTT. Sejak adanya corona para siswa belajar di rumah. Sekarang soal penentuan naik kelas kriteria seperti apa kita tunggu saja,' katanya.

Menurutnya, penerapan belajar di rumah sebagai dampak corona memang ada baik dan ada buruknya. Baiknya guru kirim materi melalui WA grup kemudian siswa mengirim jawaban. Tetapi kelemahannya, tidak ssmua siswa memiliki HP Android.

"Sekarang soal aspek penilainnya seperti apa karena sesuai petunjuk libur sampai 1 Juni masuk kelas. Itu kalau tidak ada perpanjang libur. Memang kesan saya, tatap muka lebih baik. Karena anak- anak tidak semua punya HP android. Mereka mau kerja kelompok karena hp tidak ada tapi ada larangan berkumpul. Untuk penilaian sikap tidak bisa tercapai. Tapi nilai tugas sudah disiapkan para wali kelas," tutur Marselus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved