Corona di NTT

Separuh Wilayah Provinsi NTT Terpapar Positif Covid-19, Pemprov NTT Keluarkan Kebijakan Ini

Pemerintah Provinsi NTT melalui Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT mengumumkan kebijakan pemerintah terkait perawatan pasien positif Covid-19

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Sekretaris 1 Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT drg Dominikus Minggu Mere didampingi Jubir Gugus Tugas Dr Marius Ardu Jelamu saat jumpa media pada Kamis (14/5/2020) siang. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pemerintah Provinsi NTT ( Pemprov NTT) melalui Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT mengumumkan kebijakan pemerintah terkait perawatan pasien positif Covid-19 di seluruh rumah sakit umum daerah ( RSUD).

Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan tren penyebaran paparan Covid-19 yang hampir menyeluruh di wilayah Provinsi NTT. Selain itu, juga mempertimbangkan topografi wilayah provinsi yang merupakan wilayah kepulauan.

Dua ODP Masih Karantina Terpusat di Turekisa

"Melihat eskalasi yang ada, akan ada kebijakan untuk seluruh rumah sakit umum daerah termasuk second line untuk melakukan layanan atau perawatan untuk pasien Covid-19 plus yang ada," ungkap sekretaris 1 Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT drg Dominikus Minggu Mere pada Kamis (14/5/2020) siang.

Minggu Mere yang didampingi juru bicara Gugus Tugas Covid-19 NTT Dr Marius Ardu Jelamu menjelaskan, topografi wilayah NTTyang terdiri dari wilayah kepulauan menyebabkan kesulitan untuk melakukan rujukan baik melalui jalur laut maupun udara.

PLN NTT Pastikan Tahun 2023 Dibangun Gardu Induk di Malaka

"Topografi NTT terdiri dari kepulauan dan tentu untuk pasien positif di beberapa pulau, kita tidak bisa melakukan rujukan baik melalui sarana transportasi udara maupun ssarana transportasi laut," urainya.

"Diharapkan untuk seluruh Rumah Sakit Umum Daerah di Nusa Tenggara Timur harus memberikan penatalaksanaan pelayanan kesehatan untuk menanggulangi atau melayani pasien Covid-19 yang ada," tambah Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT itu.

Perintah pusat dan pemerintah provinsi melalui Gugus Tugas Covid-19 akan selalu memberikan dukungan kepada pemerintah kabupaten terutama dalam menyiapkan resources terutama APD serta tenaga kesehatan profesional seperti dokter spesialis paru. Dukungan dokter itu, katanya, dalam kondisi segera, akan diberangkatkan menggunakan pesawat carteran pemerintah.

"Manakala ada kebutuhan mendesak, kita akan menggerakkan para dokter spesialis itu ke lokus-lokus sarana kesehatan yang membutuhkan segera, dengan menggunakan sarana sarana transportasi yang sudah disediakan Gubernur dan Wakil Gubernur," tambahnya.

Dengan kondisi kasus yang makin eskalatif, Gugus Tugas menekankan perlunya koordinasi yang lebih intens sejak dari sisi hulu. Koordinasi tersebut harus dilaksanakan lebih intens dari tingkat provinsi hingga RT untuk melakukan pantauan baik untuk kasus-kasus yang disampaikan atau dipublish.

Pihak Gugus Tugas Covid-19 di kabupaten kota agar dapat melakukan identifikasi dan deteksi dengan baik agar dapat dilakukan penanganan sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dengan tren penyebaran kasus Covid-19 plus NTT yang hampir mencapai separuh dari total kabupaten/kota, maka l kebijakan penatalaksanaan pelayanan kesehatan dan perawatan pasien positif saat ini dilakukan di 11 rumah sakit rujukan Emerging Disease yang ditandatangani Gubernur NTT dan 12 rumah sakit second line. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved