Breaking News:

Corona di Kota Kupang

Ketua Posko Covid-19 Kota Kupang: Berita Pasien Positif Covid-19 di Jalan Bajawa itu Hoaks

Ketua Posko Covid-19 Kota Kupang Jemy Didok menegaskan bahwa pemberitaan mengenai adanya tiga warga asal Sumba

Editor: Kanis Jehola
inta
Ketua Posko Covid-19 Kota Kupang Jemy Didok 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Ketua Posko Covid-19 Kota Kupang Jemy Didok menegaskan bahwa pemberitaan mengenai adanya tiga warga asal Sumba yang dijemput oleh tim gugus tugas Covid-19 Kota Kupang karena diduga positif Covid-19 pada Rabu (13/5/2020) malam di Jalan Bajawa, Oepoi adalah berita bohong atau hoaks.

Menurut informasi yang ia terima, tiga orang yang dimaksud merupakan pemuda asal Sumba yang sedang mengikuti tes tentara di Kota Kupang.

Sebelum kembali ke daerah asal, mereka melakukan tes kesehatan dan hasilnya reaktif rapid tes.

Separuh Wilayah Provinsi NTT Terpapar Positif Covid-19, Pemprov NTT Keluarkan Kebijakan Ini

Dua dari ketiga pemuda tersebut tinggal di lokasi tersebut. Namun, gugus tugas provinsi telah mengambil alih ketiga pemuda tersebut dan mereka sementara menjalani karantina di Klinik Pratama Undana Kupang.

"Warga ketakutan karena mereka sudah interaksi di dua kos tersebut sehingga takut warga sekitar terinfeksi. Kami ke sana untuk tenangkan warga, jangan terlalu panik. Bagi warga yang pernah interaksi atau kontak dengan mereka di kos, kami akan laporkan ke tim medis posko agar berikan pemeriksaan sesuai data-data jumlah orang yang kos bersama-sama mereka. Jadi, tidak benar kami ke sana untuk jemput pasien Covid-19," papar Jemy di Posko Covid-19 Kota Kupang, Kamis (14/5/2020).

Dua ODP Masih Karantina Terpusat di Turekisa

Tindak lanjut yang akan dilakukan oleh posko Covid-19, jelas Jemy, ialah melakukan penelusuran di lokasi tersebut. Selain itu, gugus tugas akan melakukan disinfeksi di dua indekos yang ditempati oleh pasien reaktif rapid tes itu.

"Mudah-mudahan kalau tim medis selesai dari lokasi yang lain, hari ini juga kami akan telusuri di sana sesuai laporan masyarakat, kemudian penyemprotan disinfektan. Jadi, sekali lagi saya sampaikan bahwa itu berita hoaks bahwa kami ke sana untuk jemput orang yang sudah terinfeksi Covid-19. Kami hanya menenangkan keadaan berdasarkan laporan masyarakat," tandas Jemy yang juga merupakan Kepala BPBD Kota Kupang ini.

Sementara itu, Lurah Fatululi Donatus Samon yang ditemui wartawan di kantornya menjelaskan bahwa informasi terkait keadaan di salah satu wilayah kerjanya telah ia terima.

Oleh karena itu, gugus tugas kelurahan pun akan melakukan rapat untuk mengambil langkah-langkah penanganan masalah tersebut.

Gugus tugas pun akan terus menginformasikan pencegahan penanganan Covid-19 di setiap wilayah Kelurahan Fatululi berupa imbauan untuk menaati protokol kesehatan yang telah ada.

"Kami pakai mobil di beberapa titik dan imbau agar masyarakat selalu jaga jarak, pakai masker, dan siapkan tempat cuci tangan di rumah masing-masing," ungkap Donatus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved