Begini Curhatan Ibu ABK WNI yang Tewas lalu Mayatnya Dilarung ke Laut, ini Penjelasan Kemenlu

Dalam hal tersebut, para ABK tersebut berasal dari Indonesia yang meninggal dunia saat bekerja di kapal penangkap ikan Chin

Editor: Ferry Ndoen
ist/tribunnews
Sepri (24) semasa hidup (kiri). Ia adalah ABK Kapal China yang jenazahnya di larung ke laut. Foto kanan Rika Andri, kakak Sepri 

POS KUPANG.COM--- Inilah curhatan salah seorang ibu anak buah kapal atau ABK Indonesia yang meninggal dunia saat bekerja di kapal penangkap ikan China.

Kabar meninggalnya ABK Indonesia saat bekerja di kapal penangkap ikan China ini menjadi viral lantaran mayat para ABK ini dilarung ke laut.

Simak penjelasan lengkap Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia terkait pemberitaan ABK warga negara Indonesia yang mayatnya dilarung ke laut. 

Curhat Ibu ABK WNI yang Tewas dan Mayatnya Dilarung ke Laut, Begini Penjelasan Kemenlu Indonesia (MBCNEWS)

Orang tua dari salah seorang ABK Indonesia yang meninggal dan mayatnya dibuang ke laut itu pun membagikan perasaanya saat mengetahui kabar tersebut. 

BREAKING NEWS: Pasien Covid-19 NTT Jadi 18 orang, Tambah Dua Kasus Positif dari Rote Ndao

Seperti yang diketahui, beberapa waktu yang lalu sempat  viral pemberitaan dari Korea Selatan yang menunjukkan praktik kapal penangkap ikan China saat salah seorang ABKnya meninggal dunia. 

Dalam hal tersebut, para ABK tersebut berasal dari Indonesia yang meninggal dunia saat bekerja di kapal penangkap ikan China.

Setelah ditelusuri, sosok Juriah menjadi ibu dari seorang korban meninggal yang mayat ABK Indonesia dilarung ke laut tersebut. 

Juriah merupakan ibu dari Ari (25), salah serang ABK Indonesia yang diberitakan meninggal dunia saat bekerja di  kapal penangkap ikan China lalu mayatnya dilarung ke laut. 

Hati Juriah hancur tatkala mengetahui Ari, anak laki-lakinya yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal dunia dan jenazahnya dilarung oleh kapal China.

Sekitar 14 bulan lalu, anak laki-lakinya itu merantau dari rumahnya di Desa Serdang Menang, Kecamatan Sirah, Pulau Padang Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan.

Semenjak itu pula, Juriah sama sekali tak bisa menelepon atau berkomunikasi dengan Ari.

Namun, di tengah kegalauannya menunggu kabar dari sang putra, Juriah malah menerima kabar duka.

Telepon dari bos Ari yang memintanya datang ke Jakarta dan juga meminta nomor rekening bank, menjadi awal pupusnya harapan Juriah.

Ia terpaksa menerima fakta pahit anak laki-laki kebanggannya itu meninggal dunia dan bahkan jenazahnya dibuang ke laut.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved