14 Tenaga Kesehatan di RSU Cancar Kontak Dengan 1 PDP, Hasil Rapid Test Non Reaktif

Sebanyak 40 orang Petugas Medis dan tenaga kesehatan di RSU Cancar dilakukan rapid test

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, Lodovikus D. Moa. 

POS-KUPANG.COM | RUTENG - Pernah Kontak erat dengan 1 Pasien Dalam Pengawasan ( PDP) yang kini sedang diisolasi di RSU dr Ben Mboi Ruteng, sebanyak 40 orang Petugas Medis dan tenaga kesehatan di RSU Cancar dilakukan rapid test. PDP itu merupakan rujukan dari RSU Cancar.

Dari 40 petugas dan tenaga Kesehatan yang memiliki riwayat kontak erat dengan PDP tersebut, 14 diantaranya sudah dilakukan rapid test dan hasilnya Non Reaktif. Sedangkan sisanya sebanyak 26 orang lainya masih menunggu untuk menjalani rapid test.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kabupaten Manggarai Lodovikus D. Moa menyampaikan itu kepada POS-KUPANG.COM, Senin (11/5/2020) pagi.

Boy William Penasaran Hubungan Febby Rastanty dan Verrell Bramasta

Lody yang akrab disapa ini menjelaskan, pelaksanaan Rapid Test Terhadap Petugas dan Tenaga Kesehatan di RS St. Rafael Cancar Sedikit terganggu disebabkan karena Jumlah alat Rapid test (ART) yang tersedia di Rs St. Rafael Cancar sangat terbatas hanya 28 ART. Sementara kebutuhan alat Rapid Test sesuai jumlah petugas dan Tenaga Kesehatan yang akan di Rapid sebanyak 40 orang.

Dikatakan Lodi, dalam waktu dekat, juga akan dilakukan Rapid Test terhadap 14 orang Petugas dan Nakes, sesuai jumlah Alat Rapid Test yang masih tersedia saat ini yakni sebanyak 14 ART. Sementara Masih kekurangan 12 Alat Rapid Test untuk pemeriksaan Rapid Test terhadap 12 orang Petugas dan Tenaga Medis yang memiliki riwayat kontak erat dengan 1 PDP tersebut.

Penerbangan Dibuka Kembali

Meskipun demikian, jelas Lodi, ke-40 orang petugas dan Nakes RS. St. Rafael Cancar yang pernah kontak erat dengan PDP tersebut, baik yang sudah dilakukan Rapid Test dan yang belum, tetap menjalankan Isolasi secara Mandiri 14 hari di RS dan di Rumah.

"Jadi mereka masih isolasi mandiri selama 14 hari dan belum ada status," kata Lody. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved