Salam Pos Kupang

Penerbangan Dibuka Kembali

Kurang lebih dua minggu pemerintah menutup sementara semua layanan penerbangan komersial disemua Bandara di Indonesia

Penerbangan Dibuka Kembali
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - SETELAH kurang lebih dua minggu pemerintah menutup sementara semua layanan penerbangan komersial disemua Bandara di Indonesia untuk pencegahan penyebaran Covid-19, pemerintah akhirnya kembali membuka `isolasi' udara ini.

Melalui Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Surat Edaran Nomr 31 Tahun 2020 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, kementerian Perhubungan, pemerintah mengijinkan maskapai penerbangan untuk kembali beroperasi. Pembatasan penerbangan ini memang mulai dilonggarkan pemerintah dengan terlebih dahulu mengizinkan penerbangan dalam rangka percepatan penangan Covid-19.

UPDATE Corona Manggarai: Pelaku Perjalanan yang Sudah Diperiksa Mencapai 4.101 Orang

Namun, dengan keluarnya kedua surat edaran tersebut, maka pemerintah memberi peluang yang lebih luas untuk penerbangan komersial tetapi dengan ketentuan ketat terkait seperti persyaratan seperti wajib melengkapi dan menunjukan kelengkapan dokumen perjalanan yang dibutuhkan serta mengikuti protokol pengamanan kesehatan diri.

Kebijakan pemerintah membuka kembali `kran' penerbangan terutama penerbangan komersial ini tentu akan berdampak positif bagi kehidupan ekonomi dimana mobilisasi orang dan barang kembali normal di tengah Covid-19.

Bangun NTT Mulai dari Toilet

Walau demikian, dengan kebijakan tersebut tentunya diharapkan tidak membuka ruang penyebaran maupun penularan baru dari orang ke orang dalam penerbangan maupun orang dari wilayah keberangkatan ke wilayah destinasi atau daerah tujuannya. Oleh karena itu persyaratannya harus ketat dan mutlak dilakukan.

Aktif kembalinya transportasi publik terutama penerbangan di tengah tidak serentaknya pembatasan-pembatasan wilayah ini bisa saja memunculkan kekwatiran akan lambatnya upaya pencegahan penyebaran virus ini. Karena itu pilihan paling tepat adalah masing-masing orang memproteksi diri.

Bahkan tidak heran sejumlah kepala daerah atas desakan warganya dan keterbatasan fasilitas kesehatan atau penanganan Covid -19 di wilayahnya mengambil inisiatif melakukan pembatasan bahkan sangat ketat untuk wilayahnya dan terkesan `tidak mau tahu' dengan apa kata pemerintah pusat.

Menyikapi beroperasinya kembali penerbangan di tengah pendemi Covid -19 yang masih berlangsung, kita hanya dapat berharap pada kejujuran semua pihak, baik maskapai penerbangan maupun calon penumpang serta para petugas lainnya di bandar udara sebelum meloloskan calon penumpang maupun maskapai penerbangan untuk melakukan penerbangan.

Kita mencatat duka yang mendalam, dimana begitu banyak tenaga kesehatan berguguran justru karena ketidakjujuran para pasien atau calon pasien. Kita tidak berharap demi menutup kerugian yang dialami maskapai selama ditutupnya penerbangan, pihak maskapai lalu tidak peduli dengan protocol atau persyaratan yang ditetapkan. Kita juga tidak berharap adanya penumpang yang tidak jujur dengan memanipulasi atau juga bermain mata dengan pertugas agar bisa diberangkatkan.

Oleh karenanya kita yakin penyebaran virus berbahaya ini tetap dapat dicegah. Asalkan kita semua jujur dan punya rasa tanggungjawab mengatasi masalah bersama ini. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved