Update Covid-19 di Belu: 67 ODP Selesai Masa Pemantuan

jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang telah selesai masa pemantuan sebanyak 67 orang dari total sebanyak 72 orang.

istimewa
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau, SE 

Update Covid-19 di Belu: 67 ODP Selesai Masa Pemantuan

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu hingga Minggu, 10 Mei 2020 menunjukkan, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang telah selesai masa pemantuan sebanyak 67 orang dari total sebanyak 72 orang.

Dengan demikian, jumlah ODP di Kabupaten Belu saat ini sebanyak lima orang yang tersebar di
Kecamatan Tasifeto Barat sebanyak tiga orang dan Kecamatan Tasifeto Timur 2 orang.

Total Pelaku PerjalananBerisiko Dalam Pantauan sebanyak 1.650 orang, berkurang sebesar 1.560 orang sehingga tersisa 90 orang Pelaku Perjalanan Beresiko dalam pantauan.

Kemudian, Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak dua pasien yang sementara menjalani perawatan di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua. Sedangkan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 nihil.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau, SE kepada wartawan dalam siaran persnya mengatakan, walaupun data monitoring PDP dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Belu nihil, Pemerintah Kabupaten Belu terus menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat.

Berdiam diri di rumah saja, atau menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun.

Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri.

Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia dan anjuran World Health Organization (WHO) agar semua masyarakat menggunakan masker. Untuk masker N95 dikhususkan kepada tenaga medis sedangkan masyarakat dapat memakai masker kain yang dijahit dan selalu dicuci.

Kepada para pelintas yang memasuki wilayah Kabupaten Belu wajib mentaati semua aturan yang ada di setiap Posko Pemantauan tanpa terkecuali demi keselamatan kita bersama. Mulai dari penggunaan masker, penyemprotan disinfektan, cuci tangan, pengecekan suhu tubuh dan pendataan.

Disampaikan juga, untuk mengatasi dampak Covid-19 Pemerintah menyalurkan beberapa bantuan yakni Bantuan Sosial Tunai (BST), Perluasan Program Sembako, Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan Dampak Ekonomi dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

Rumah Terbakar, Yunita Alami Kerugian Diperkirakan Hingga 50-an juta ke atas

Pengakuan Pria Belanda Ayah Angkat Syahrini, Merasa Dimanfaatkan Penuhi Ambisi Incess Lalu Dibuang

UPDATE COVID-19, NTT Tambah Satu Lagi, Nasional 14.032 Kasus

Untuk transparansi informasi data penduduk, pemerintah membuka layanan call center 082112034821 dan 082247307400. Layanan informasi ini disertakan nama lengkap, nomor KTP dan Alamat lengkap. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas.

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved