Alex Selamatkan Bank NTT
Para bupati menyambut positif pencopotan Izhat Eduard Rihi dari Direktur Utama (Dirut) Bank NTT
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Para bupati menyambut positif pencopotan Izhat Eduard Rihi dari Direktur Utama (Dirut) Bank NTT. Kepala daerah menganggap mutasi sebagai upaya penyegaran manajemen.
Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Egusem Piether Tahun mengatakan, penyegaran yang dilakukan merupakan kewenangan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP).
"Itu bagian dari penyegaran dan merupakan kewenangan Gubernur NTT sebagai PSP," tandas Bupati Tahun, Kamis (7/5).
• Perusahaan Boleh Tunda Bayar THR
Ia mengungkapkan, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2019 dan RUPS Luar Biasa PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT, ada beberapa point yang diangkat menjadi bahan evaluasi.
Pertama, tidak dicapainya target laba bersih Rp 500 miliar. Kedua, tingginya angka kredit macet. Ketiga, manajemen Bank NTT perlu melakukan penghematan pengeluaran. "Kita berharap penyegaran yang dilakukan bisa membuat manajemen bekerja lebih maksimal," ujar Bupati Tahun.
• Batubara Prediksi Kemiskinan di Indonesia Naik 10 Persen
Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandes mengikuti RUPS Bank NTT secara virtual, Rabu (6/5). Bupati Ray didampingi Pimpinan Bank NTT Cabang Kefamenanu, Frederikus Mashur Ngganggus.
Ia mengatakan, sesuai dengan keputusan para pemegang saham, pemerintah harus mengalokasikan minimal satu persen dari jumlah APBD sebagai penyertaan modal ke Bank NTT.
Menurut Bupati Ray, keputusan itu sebagai bentuk tindaklanjut menyelamatkan Bank NTT dari aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mewajibkan untuk menyetor modal sebesar Rp 3 triliun pada tahun 2024.
Bupati Ray mengungkapkan, saat ini Bank NTT kekurangan modal sebesar 24,5 persen. Kekurangan itu harus ditutupi para pemegang saham.
"Harus ada tindakan penyelamatan yang dilakukan oleh para pemegang saham dalam kaitan dengan aturan untuk modal tetap yang dimiliki oleh Bank NTT pada tahun 2024, kurang lebih Rp 3 triliun," ujarnya.
Bupati Malaka Stefanus Bria Seran mengatakan, penonaktifan Izhak Rihi merupakan hal yang lumrah. "Selaku pemegang saham, saya berpendapat bahwa sangat lumrah bagi BUMD ataupun BUMN."
Ia menyebut ada dua kegiatan, yakni RUPS Tahunan Tahun Buku 2019 dan RUPS Luar Biasa. Saat mengevaluasi kinerja, para pemegang saham memberikan catatan.
Dari RUPS Luar Biasa, kata Bupati Stef, setelah dilihat bunganya tidak mencapai target juga kinerja tidak mencapai sesuai harapan maka bisa dinonaktifkan.
"Saya selaku salah satu pemegang saham tentu berharap jajaran direksi untuk kerja dengan luar biasa sesuai harapan," katanya.
Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora mengharapkan Dirut Bank NTT dan seluruh manajemen dapat menaikkan laba perusahaan. "Jadi pergantian dirut itu sudah dilakukan dlaam RUPS dan semua pemegang saham tidak ada yang keberatan," kata Gidion saat dihubungi, Kamis (7/5).