Kerja Sama Indonesia dan Timor Leste
Enam Mahasiswa Unhas Laksanakan KKN Tematik Intenasional di Timor Leste
Mereka tiba di Dili, ibukota Timor Leste, dan akan melaksanakan agenda KKN Tematik Internasional
POS-KUPANG.COM, DILI - Enam mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik atau KKN Tematik Internasional di negara Timor Leste.
Mereka tiba di Dili, ibukota Timor Leste, dan akan melaksanakan agenda KKN Tematik Internasional mereka mulai 19 Januari hingga 14 Februari 2026.
Mereka terlebih dahulu disambut Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili, Prof Dr Tasrifin Tahara di Gedung Pusat Budaya Indonesia. Lalu selannjutnya menemui Duta Besar RI Timor Leste, Okto Dorinus Manik di kantor KBRI Dili, Senin (19/1/2026) pagi.
Para mahasiswa itu terdiri dari Muhammad Reza Pratama, Ferdi Apriliawan, Ratu Azra Azzahra, Audrey Alysa Putri Makiwan, Nabila Nazdla Aulia dan Nur Khalviati.
Dubes RI untuk Timor Leste, Okto Dorinus dalam perjumpaan itu meminta para mahasiswa bersemangat menjalani KKN di Timor Leste.
Ia mengatakan di negara itu, mahasiswa KKN bisa belajar budaya lokal dan berbaur dengan warga di negara tersebut.
Namun Okto mengingatkan agar para mahasiswa memerhatikan dan menaati norma norma-norma yang ada di Timor Leste.
Okto menegaskan sangat mendukung kegiatan KKN Internasional yang dilaksanakan Unhas. Selain sebagai salah satu bentuk pengembangan pendidikan, juga sebagai bentuk interaksi langsung dengan masyarakat Indonesia yang ada di Timor Leste.
“Saya berharap, adik-adik ini bisa tahu kondisi nyata masyarakat setelah belajar di lingkup kampus,” pungkasnya.
Okto berharap kerja sama KKN Tematik Internasional di Timor Leste terus berlanjut. Apalagi jika program ini memberikan dampak nyata pada masyarakat Timor Leste.
Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Adikbud) KBRI Dili, Prof Dr Tasrifin Tahara mengatakan, program ini sangat membantu menguatkan hubungan diplomatik antara negara Indonesia dan Timor Leste, terutama dalam bidang pendidikan
Prof Tasrifin mengatakan, banyak kelompok atau sanggar masyarakat Indonesia yang tinggal di Timor Leste dapat diajak bekerja sama dalam menyukseskan program yang dicanangkan.
Apalagi, kata Prof Tasrifin, mereka sementara merancang living museum.
“Tidak hanya membantu program yang sudah ada, kami juga berharap adik-adik punya program lain yang tentu bisa menguatkan,” kata Guru Besar Unhas ini.
Sekadar diketahui, program kerja yang dilaksanakan Atdikbud berkaitan dengan program diplomasi KBRI Dili berupa pembinaan WNI, penguatan kapasitas literasi bagi warga Timor Leste, pengembangan pendidikan dan budaya melalui media digital, sharing pengetahuan dengan mahasiswa di Timor Leste.
Selain itu juga ada program lain yang mewujudkan partisipasi Universitas Hasanuddin di negara-negara ASEAN. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Mahasiswa-KKN-Tematik-Internasional-Unhas-Makassar-bersama-Dubes-RI-Timor-Leste.jpg)