Masuk Desa Liang Sola Kabupaten Mabar, Wajib Dicek dan Skrining Kesehatan

Pengunjung atau masyarakat yang ingin memasuki Desa Liang Sola, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Baratwajib menjalani pengecekan kesehatan

Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Pengunjung menjalani pemeriksaan dan pengecekan suhu tubuh di Posko Covid-19 sebelum memasuki Desa Liang Sola, Kecamatan Lembor, Kabupaten Mabar, Selasa (7/5/2020). 

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Pengunjung atau masyarakat yang ingin memasuki Desa Liang Sola, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) wajib menjalani pengecekan dan skrining kesehatan, Kamis (7/5/2020).

Pantauan POS-KUPANG.COM, pengunjung dan warga yang melintas wajib mencuci tangan menggunakan air dan sabun yang disediakan.

Selanjutnya, petugas melakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermo gun dan memberitahukan identitas diri.

Di Perbatasan Ende - Nagekeo Ada yang Ngotot Masuk Tapi Gugus Tugas Tetap Tegas

"Ini merupakan kewajiban, jadi identitas harus diberikan dan suhu tubuh harus dibawah 37 derajat," kata petugas posko usai memberitahu hasil pengecekan suhu tubuh.

Usai melakukan pemeriksaan, para pengunjung dipersilahkan untuk memasuki area pemukiman desa.

Kepala Desa Liang Sola, Adrianus Harsi saat ditemui di Kantor Desa Liang Sola mengatakan, upaya tersebut merupakan salah satu pencegahan penyebaran virus Corona di desa.

Update Corona Sumba Timur - Masih Ada 19 ODP yang Dipantau

" Jadi, posko kami bangun di pintu masuk desa bagian timur Pintu dan pintu barat masuk desa," paparnya.

Diakuinya, selama ini para pengunjung yang datang ke area desa mematuhi aturan dan ada. Serta, hingga hari ini tidak ditemukan pengunjung yang memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius.

Jika ditemukan pengunjung yang memiliki suhu di atas suhu normal, lanjut Adrianus, pengunjung tersebut akan diberikan istirahat sejenak dan akan dilakukan pengecekan suhu tubuh sekali lagi.

"Karena pengunjung yang melakukan perjalanan tentunya suhu tubuhnya naik, sehingga diberikan kesempatan untuk beristirahat dan selanjutnya akan dilakukan pengecekan suhu tubuh sekali lagi, bila tetap tinggi, maka kami tidak izinkan masuk desa," jelasnya.

Pengecekan di posko tersebut juga dilakukan bagi warga desa yang hendak bepergian ke luar desa dan kembali lagi ke desa setelah menyelesaikan urusannya.

"Poskonya untuk menitior pelaku perjalanan baik pelaku perjalanan dari dalam desa dan mereka yang masuk ke desa kami," katanya.

Langkah pencegahan penyebaran virus Corona yang telah dilakukan pihaknya di antaranya membagikan lebih dari 760 masker kepada masyarakat dan menyediakan sejumlah sarana cuci tangan di pemukiman warga.

"Kami juga telah melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh rumah warga termasuk fasilitas publik yang ada di desa," katanya.

Sementara itu, terdapat juga sebanyak 13 warga pelaku perjalanan dari daerah zona merah Covid-19 di desa itu, sehingga ia pun mengharuskan para pelaku perjalanan untuk melakukan karantina mandiri.

Pihak pemerintah desa juga membagikan sebanyak 5 kg kacang hijau bagi belasan pelaku perjalanan tersebut demi meningkatkan imunitas tubuh mereka.

"Keadaan mereka sehat semua, saya tahu saat kemarin membagikan kacang hijau untuk menambah imunitas mereka," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Assale Viana)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved