Corona di Sumba Timur

Update Corona Sumba Timur - Masih Ada 19 ODP yang Dipantau

Jumlah Orang Dalam Pemantauan ( ODP) di Kabupaten Sumba Timur yang saat ini masih dalam masa pemantauan sebanyak 19 orang

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy, S.H, M.Si (tengah) sedang memantau Posko pemeriksaan kesehatan di Lapangan Prailiu, Selasa (5/5/2020). 

POS-KUPANG.COM |WAINGAPU - Jumlah Orang Dalam Pemantauan ( ODP) di Kabupaten Sumba Timur yang saat ini masih dalam masa pemantauan sebanyak 19 orang. ODP yang telah selesai masa pemantauan saat ini sebanyak 142 orang.

Sesuai data yang diperoleh dari Posko Percepatan Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Sumba Timur, Kamis (7/5/2020) menyebutkan, di Sumba Timur masih terdapat ODP dengan jumlah sebanyak 19 orang. Jumlah ini adalah jumlah ODP yang masih dalam masa pemantauan.

Dari data di Posko Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumba Timur, akumulasi ODP sejak 25 Maret 2020 sebanyak 161 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 142 orang telah selesai dipantau, sehingga jumlah saat ini sebanyak 19 orang.

Cek Ramalan 12 Zodiak Besok Jumat 8 Mei 2020 Gemini Batuk Pilek Libra Jadi Pelakor Pisces Berjaya

Sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kabupaten Sumba Timur sebanyak 8 orang. Jumlah ini masih tetap dipantau sejak beberapa hari lalu.

Ke-8 OTG ini berasal dari Kecamatan Pandawai sebanyak 1 orang, Kecamatan Kambera sebanyak 4 orang dan Kecamatan Kanatang sebanyak 3 orang.

Hampir Dua Bulan Dirumahkan, Begini Kondisi 3 Kiper Persib Bandung,Ternyata Ini yang Meraka Lakukan

Sementara pelaku perjalanan di Sumba Timur masih berjumlah 4.174 dengan rincian ,pelaku perjalanan yang sudah selesai karantina mandiri sebanyak 3.513 orang dan yang masih karantina mandiri 661 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Sumba Timur ada 3 orang dan 1 orang telah sembuh atau selesai masa pemantauan sehingga jumlah saat ini masih ada 2 orang PDP yang dipantau.

Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy,S.H,M.Si mengatakan, jumlah pelaku perjalanan di Sumba Timur yang selesai masa karantina terus berkurang seiring dengan pemerintah melarang transportasi laut dan udara mengangkut penumpang masuk ke Sumba Timur.

Domu mengharapkan, masyarakat Sumba Timur tetap menaati protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah seperti social distancing dan physical distancing.

"Jika mendesak untuk keluar rumah maka kita minta supaya gunakan masker. Mari kita sama-sama berupa menjaga kesehatan dan juga memutuskan mata rantai penularan Covid-19," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved