Mayat Laki-Laki Dewasa Ditemukan di Tulakaboak, Sulamu, Diduga Konsumsi Miras Berlebihan
Warga Tulakaboak RT.10 / RW.04 Dusun IV Desa Pantulan Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang dikagetkan dengan penemuan mayat laki-laki dewasa
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM I BABAU---Warga Tulakaboak RT.10 / RW.04 Dusun IV Desa Pantulan Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang dikagetkan dengan penemuan mayat laki-laki dewasa, Minggu (3/5) sekitar pukul 06.00 Wita.
Korban diketahui bernama Korban, Salvador do Santos (45 ) seorang petani, yang beralamat di RT.10/ RW.04 Dusun IV Desa Pantulan Kecamatan Sulamu. Korban ditemukan dua orang saksi yakni Daud Kain, alamat RT.10/ RW.04 Dusun IV Desa Pantulan Kec Sulamu dan Okto Lie beralamat di RT.09/ RW.05 Bonopoi Kota Kupang.
Kapolres Kupang, AKBP Aldinan RJH Manurung, SH, SIK, M.Si melalui Paur Humas, AIPDA Lalu Randy Hidayat menyampaikan hal ini ketika menghubungi Pos-Kupang.com, Minggu (3/5).
• Dampak Corona - SPSI NTT Minta Pemerintah Segera Intervensi Tenaga Kerja Terdampak
Dijelaskan Randy, kronologis kejadian, berawal pada Minggu tanggal 3 Mei 2020 Sekitar pukul 06.00 Wita para saksi yang merupakan warga Desa Pantulan pergi ke pantai kawat untuk mencari ikan.
Setelah para saksi dalam perjalanan sekitar pukul 06.00 Wita yang mana saat itu para saksi melihat korban tidur terlentang dan tidak bernyawa lagi dan kondisi Korban juga tidak ada tanda kekerasan.
• Tak Lulus Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 1 dan 2, Hildegardis Bingung Letak Kesalahannya Dimana
Para saksi melihat ada minuman tradisional (Laru putih) dan muntah di tempat kejadian. Dengan adanya kejadian tersebut para saksi menyampaikan ke masyarakat sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sulamu.
Adapun tindakan yang dilakukan aparat Kepolisian Sulamu, kata Randy, setelah menerima laporan, mendatangi TKP, melakukan Pulbaket, melakukan koordinasi dengan Puskesmas dan membuat Laporan.
"Berdasarkan hasil pendalaman informasi oleh kepolisian, bahwa korban adalah seorang nelayan dan setiap hari korban pergi melaut untuk mengecek tempat perangkap ikan yang di buatnya.Akan tetapi korban yang saat itu belum tiba di pantai,' katanya.
Sesuai informasi yang diperoleh dari keluarga korban dan masyarakat setempat bahwa korban diduga meninggal akibat mengkonsumsi minuman tradisional (laru) yang berlebihan.
"Bahwa dari Fakta di atas di perkirakan korban meninggal diduga akibat konsumsi minuman tradisional berlebihan," tandasnya.
Sementara gugus tugas covid kecamatan masih menunggu gugus tugas covid dari kabupaten dan anggota piket Polres Kupang untuk penanganan lebih lanjut. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)