Tak Lulus Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 1 dan 2, Hildegardis Bingung Letak Kesalahannya Dimana
Peserta bernama Hildegardis Damian, salah satu pendaftar Kartu Prakerja mengaku telah 2 kali gagal dalam seleksi Kartu Prakerja
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Peserta bernama Hildegardis Damian, salah satu pendaftar Kartu Prakerja mengaku telah 2 kali gagal dalam seleksi Kartu Prakerja yang diluncurkan Presiden Joko Widodo dalam masa pandemi.
Kepada POS-KUPANG.COM ia mengatakan, sudah mendaftar sejak gelombang pertama dan mendapat pengumuman bahwa dirinya tak lolos seleksi. "Ini ada daftar yang ketiga cuma belum pengumuman" ujarnya pada Minggu (03/05/2020).
Relawan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kupang ini mengatakan ia bingung karena dalam sistem kartu prakerja, semua data yang sudah diapply tidak bisa diedit.
• Kartu Prakerja, Rian Harap Ada Tindak Lanjut
"Kartu prakerja ini yang bikin kita bingung itu adalah kita tidak bisa edit apa yang sudah kita apply sebelumnya.
Kalau misalkan tidak lulus hanya disuruh gabung gelombang berikut tanpa bisa review apa yang sudah kita apply sebelumnya di sistem" ceritanya.
"Jadi kita itu bingung kira - kira apa permasalahannya, apa yang kurang pas dan apa yang salah sehingga kita tidak lolos seleksi. Tidak ada pemberitahuan yang jelas. Hanya disuruh gabung saja gelombang berikut" tambahnya lagi.
• Update Corona Sumba Timur - ODP di Sumba Timur Mulai Berkurang
Ia mengatakan kalau beruntung bisa lulus tapi jika tidak maka akan gabung saja terus ke gelombang berikut. Untuk gabung gelombang berikut juga pakai data sebelumnya yang tidak bisa direview, hanya klik gabung dan tunggu pengumuman.
Diakuinya, tes hanya saat pertama kali daftar setelah itu tinggal klik gabung pada gelombang berikut.
"Nanti pas pengumuman muncul pemberitahuan 'pendaftaran anda di kuota sebelumnya telah penuh, anda coba lagi gelombang berikut' jadi saya pikir ini kurang efektif karena kita tidak tahu alasan kita tidak lulus itu apa" tukasnya.
Ia yakin bisa lulus seleksi karena hanya apply data dan menjawab 25 pertanyaan yang tidak susah sehingga ia bingung kalau tak lulus.
Ia mengaku bersemangat diawal pendaftaran karena berpikir penilaiannya dari tes online yang sudah diikuti kemudian sudah upload foto KTP dan swafoto saat memegang KTP.
Pertama kali gagal ia masih rasa biasa saja karena berpikir yang daftar pencari kerja se Indonesia, tapi setelah gabung kedua dan ketiga tanpa bisa mengedit rasanya tidak efektif karena hanya disuruh klik gabung.
"Programnya sih bagus karena kita ikut pelatihan sesuai minat kita tapi kalau terkendala seperti ini ya susah" pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ella Uzu Rasi)