Up Date Corona di NTT

VIDEO – Satu ODP di TTU Dipulangkan, Ini Kisahnya Saat Menjalani Karantina di Rusunawa BTN

VIDEO – Satu ODP di TTU Dipulangkan, Ini Kisahnya Saat Menjalani Karantina di Rusunawa. Selama masa karantina, makan minum teratur, semuanya terjamin.

VIDEO – Satu ODP di TTU Dipulangkan, Ini Kisahnya Saat Menjalani Karantina di Rusunawa

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU – Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Timor Tengah Utara, TTU, kembali memulangkan satu Orang Dalam Pemantauan, ODP, ke kampung halamannya, Selasa (28/4/2020).

Pemulangan ODP tersebut dilakukan, karena sudah selesai menjalani masa pemantauan di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19, di Rusunawa BTN, Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, TTU.

Kepada POS-KUPANG.COM, ODP yang tak ingin namanya disebutkan ini, membagikan pengelaman pribadinya, ketika menjalani masa karantina di Rusunawa BTN tersebut.

Dirinya menuturkan, awalnya ia baru pulang dari Jogjakarta. Karena baru saja pulang dari daerah tarpapar virus corona atau Covid-19. maka dirinya dikarantina oleh para petugas di Rusunawa BTN tersebut.

VIDEO - KM Egon Diizinkan Sandar di Waingapu, Tim Gugus Covid-19 Sumba Timur Perketat Pengawasan

VIDEO – Warga Positif Corona Terbanyak di Kota Kupang, Masyarakat Diminta Waspada

VIDEO -- VIDEO VIRAL Detik-Detik Pelakor Diciduk di Sebuah Restoran, Suami Pun Lari Sembunyi

"Saya masuk ke rusunawa ini sejak 15 April 2020. Soalnya, saat itu saya baru saja pulang dari Jogjakarta. Karena baru pulang dari daerah yang terpapar virus corona, maka saya langsung disuruh karantina di rusunawa ini," ujarnya.

Memang, lanjut dia, saat pertama kali masuk ke Rusunawa BTN di Desa Naiola itu, dirinya sudah mengalami batuk-batuk. Namun batuk-batuk itu terjadi sejak Februari 2020, sebelum pandemi Covid-19 ini mewabah seperti saat ini.

Mahasiswa yang menempuh pendidikan di salah satu kampus di Jogjakarta ini, mengungkapkan, selama di rusunawa tersebut, pola makan yang diberikan petugas, sangat teratur.

"Satu hari biasanya makan tiga kali, pagi, siang dan malam. Ada juga snek pagi dan sore. Semuanya terjamin dan itu gratis," tuturnya.

Warga yang berasal dari salah satu kecamatan di  TTU itu menuturkan, setelah menjalani masa karantina dan mendapatkan perawatan dari petugas medis, saat ini ia tidak lagi mengalami batuk-batuk, sehingga sudah diizinkan untuk pulang ke rumah.

Halaman
12
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Frans Krowin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved