WVI NTT Temukan Dampak Corona yang Mencengangkan Terhadap Anak-Anak di NTT
WVI Temukan Berbagai Dampak Corona atau Covid-19 yang mencengangkan Terhadap Anak-Anak Di NTT
Penulis: OMDSMY Novemy Leo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Kedua, Mendorong keterlibatan dan keberpihakan pemerintah baik provinsi, kabupaten hingga desa dan multi sektor untuk memastikan akses anak pada pendidikan, program gizi, imunisasi, perawatan ibu dan bayi baru lahir.
Ketiga, Mendorong lembaga-lembaga berbasis masyarakat seperti Komite Perlindungan Anak Desa, Gugus Tugas Desa Layak Anak untuk terlibat dalam upaya pencegahan-penanganan dan pendampingan bagi anak-anak rentan yang ada didesa,
Keempat, Mendorong para pihak seperti pemerintah desa, sekolah, gereja, pemerhati anak didesa untuk memberikan dukungan praktis bagi orang tua, pengasuh dalam mendidik anak dan mengasuh dan mendampingi anak selama pandemi, termasuk meningkatkan kapasitas orang tua/ pengasuh dalam mengelola kesehatan mental mereka. (poskuoangwiki. Com, novemy leo)

* WVI NTT Bantu ADP dan Fasilitas Cuci Tangan untuk Kota Kupang
Wahana Visi Indonesia (WVI) NTT memberikan bantuan alat pelindung diri (ADP) bagi petugas kesehatan dan fasilutas cuci tangan kepada warga Kota Kupang.
Bantuan itu diberikan langsung oleh Zonal Manager WVI Wilayah NTT , Ezer Sembiring, melalui Project Manager Moringa WVI NTT, Isye Hortensia kepada Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore di Kantor Dinas Kesehatan Kota Kupang, Rabu (29/4/2020) siang.
Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore menyampaikan terimakasih kepada WVI NTT. "Atas nama Pemerintah dan Warga Kota Kupang, saya menyampaikan terimakasih kepada WVI, Tuhan memberkati kita semua," kata Walikota Jefri Riwu Kore.
Ditemui usai kegiatan, Isye Hortensia menjelaskan bantuan yang diberikan berupa 11 paket APD untuk 11 puskesmas di Kota Kupang dan 11 fasilitas cuci tangan menggunakan pedal untuk 11 fasilitas umum di wilayah Kota Kupang.

Lebih lanjut dijelaskan Isye Hortensia, terkait pandemi corona, WVI NTT bekerja untuk 19 kabupaten/kota di NTT dengan 5 program utama.
Pertama, sosialisasi tentang bahaya dan penanganan terhadap Covid-19. "Sosialisasi ini kami kemas dalam bentuk kreatif. Sebisa mungkin kami menggunakan bahasa dan konteks lokal berupa iklan radio, talk show, baliho dan poster serta memberikan fasilitas cuci tangan," kata Isye Hortensia.

Kedua, memberikan Alat Pelindung Diri atau APD kepada tenaga kesehatan terturama di puskesmas. "Tapi kami ikuti hasil kordinasi gugus tugas Provinsi, kabupaten/kota agar tidak terjadi tumpang tindih," kata Isye Hortensia.
Ketiga,penyediaan dan instalasi fasilitas cuci tangan pakai sabun.
Keempat, bantuan langsung non tunai untuk keluarga yang paling rentan dengan cakupan hingga 7 kabupaten/kota di NTT.
Kelima, advokasi untuk pemenuhan hak-hak anak di tengah masa pandemik covid-19. "Mulai dari level desa, bagaimana memanfaatkan dana desa untuk pemenuhan hak anak," kata Isye Hortensia.
Isye Hortensia berharap bantuan yang diberikan WVI itu bis dimanfaatkan dan bermanfaat bagi petugas kesehatan dan masyarakat Kota Kupang.
