11 Penumpang dari Sape - NTB Apresiasi dan Sebut Pemkab Manggarai Timur Sangat Merakyat

Sebelas orang penumpang dari Sape, NTB yang merupakan warga Manggarai Timur (Matim) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah

Penulis: Robert Ropo | Editor: Ferry Ndoen
istimewa
Para penumpang sedang diperiksa kesehatan di Posko Covid-19 Mano, Kecamatan Poco Ranaka. 

POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Para penumpang sedang diperiksa kesehatan di Posko Covid-19 Mano, Kecamatan Poco Ranaka.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | BORONG---Sebelas orang penumpang dari Sape, NTB yang merupakan warga Manggarai Timur (Matim) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai Timur (Matim) yang yang telah memperhatikan mereka secara serius hingga mereka bisa tiba di tanah kelahiran di Matim, Propinsi NTT.

Hal ini disampaikan oleh Florianus Pangkal sebagai koordinator mewakili semua penumpang asal Matim saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Selasa (28/4/2020) siang.

Florianus mengatakan, mereka tiba dari pelabuhan Sape, NTB di Labuan Bajo dengan menggunakan kapal Ferri, Senin (27/4/2020) sore. Setelah tiba di pelabuhan ia bersama 10 orang penumpang warga Matim langsung dijemput Oleh Pemkab Matim yakni Sekda Matim Boni Hasudungan Siregar bersama anggota DPRD dan Dinas Kesehatan.

TERBARU, Ini Besaran THR Diterima PNS TNI/Polri Lebaran Tahun Ini Golongan I - IV Lengkap, Info WOW

"Jadi kami tadi malam dijemput oleh Pemkab Matim di Labuan Bajo. Sebelum kami dijemput dengan mobil yang disiapkan Pemda, kami juga menjalani rapid test oleh Petugas Medis dari Matim di Labuan Bajo dan hasilnya kami semua negatif covid-19,"jelas Florianus.

Florianus juga mengatakan, mereka juga kembali diperiksa kesehatan di Posko Covid-19 Mano setelah tiba tadi malam. Nantinya, setelah semunya diperiksa kembali kesehatan mereka langsung diminta untuk lakukan karantina mandiri selama 14 hari kedepan.

"Jadi kami sekarang lagi diperiksa di Posko Mano, kalau ada yang ditemukan reaktif langsung dibawa karantina di Shelter Borong. Sedangkan yang tidak maka langsung karantina mandiri di rumah masing-masing,"ungkap Florianus.

Florianus juga menyampaikan terima kasih banyak kepada Pemkab Matim selama mereka berada di Sape selama 4 sampai 7 hari hingga tiba di Matim.

Menurutnya, apa yang dilakukan Pemkab Matim terhadap mereka adalah sangat merakyat sebab bisa mendengar jeritan masyarakat di tengah pandemi covid-19.

Para penumpang sedang diperiksa kesehatan di Posko Covid-19 Mano, Kecamatan Poco Ranaka.
Para penumpang sedang diperiksa kesehatan di Posko Covid-19 Mano, Kecamatan Poco Ranaka. (istimewa)

"harapan kami semoga Pemkab Matim tetap merakyat seperti ini, kami juga berharap Pemerintah mulai dari Pemerintah Pusat sampai Pemerintah Daerah, kami tidak butuh sesuatu yang lebih dari pemerintah, namun yang kami butuh adalah perhatian yang secukupnya dari Pemerintah seperti yang dilakukan Pemkab Matim,"ungkap Florianus.

Florianus juga mengatakan, mereka juga menyampaikan terima kasih kepada Pemprov NTT dan PT.ASDP Ferry Indonesia atas koordinasi yang baik bersama dengan Pemkab Matim akhirnya mereka bisa menyeberang dan kini sudah tiba di tanah kelahiran mereka.

Selain itu, Florianus juga menyampaikan terima kasih kepada Media yang turut mendukung dengan membantu memberitakan hingga akhirnya mereka tiba Flores. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved