Jumat, 8 Mei 2026

Pemerintah dan Tokoh Agama Satukan Tekad Lawan Covid 19

Terima kasih juga buat stakeholder dan masyarakat yang turut membantu pemerintah dalam mencegah penularan covid 19.

Tayang:
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bupati Belu, Willybrodus Lay foto bersama pimpinan Forkompimda dan tokoh agama usai rapat bersama di Aula Polres Belu, Rabu (22/4/2020). 

Pemerintah dan Tokoh Agama Satukan Tekad Lawan Covid 19

POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Bupati Belu, Willybrodus Lay mengajak para tokoh agama dan masyarakat Belu untuk satukan tekad mencegah penyebaran virus corona atau covid 19 di Kabupaten Belu.

Ajakan Bupati Willy Lay ini terus disampaikan di berbagai kesempatan ketika rapat bersama dan saat kegiatan-kegiatan kepemerintahan.

Para tokoh agama pun merespon dengan positif dan siap mendukung pemerinta Kabupaten Belu dalam mencegah penyebaran covid 19.

Saat rapat di Aula Emaus Keuskupan Atambua, Jumat (17/4/2020),
Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr menyatakan, gereja siap mendukung pemerintah untuk melakukan pencegahan covid 19.

Keuskupan Atambua sudah menjalankan himbuan pemerintah terkait dengan physical distancing seperti meniadakan kegiatan rohani gereja-gerja tetapi dilakukan secara online yakni, perayaan misa online.

Menurut Uskup Dominikus, gereja memainkan peran di dua hal yang sangat penting. Pertama, perkuatan kehidupan rohani lewat peningkatan kesadaran masysrakat untuk melihat makna rohani dibalik situasi yang menantang ini yakni c9vid 19.

Kedua, gereja menyadari kepada masyarakat dan umat kita agar tidak takut berkelebihan. Kemudian, tetap bertahan dalam iman dan cinta bahwa Tuhan memelihara kehidupan kita. Selain itu, Uskup menghimbau kepada kepada umat agar mematuhi himbuan pemerintah dan mentaati protokol kesehatan pencegahan covid 19 seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker. Gereja juga melakukan berbagai aksi sosial kemanusian seperti pembagian masker kepada masyarakat.

Ketua MUI Kabupaten Belu, Kaliman Lamarobak mengatakan, sejauh ini pihaknya telah melaksanakan himbauan pemerintah terkait pelaksanaan sholat jumat tidak lagi dilakukan secara berjamaah yang mengundang kerumunan, melainkan umat melaksanakan ibadah di rumah masing-masing.

"Kami akan melaksanakan himbauan pemerintah terkait pelaksanaan ibadah selama bulan puasa dalam hal ini sholat terawih, malam takbiran dan sholat ied dilakukan oleh setiap umat di rumah masing-masing sesuai panduan agama islam," ungkap Kaliman saat rapat bersama dengan Pemerintah di Mapolres Belu, Rabu (22/4/2020).

Ketua PHBI Kabupaten Belu, H. Abdullah Belatjam mengatakan, pihaknya meniadakan pembagian tajil yang biasanya rutin dibagikan selama bulan puasa, serta kegiatan tauziah pun ditiadakan. Hal ini sebagai tindaklanjuti dari himbuan pemerintah untuk pencegahan penularan covid 19.

Menurut Abdullah, PHBI juga telah menyiapkan handsanitizer sebanyak 800 botol yang siap dibagikan kepada umat. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan APD dan alat pengukur suhu tubuh yang dapat digunakan jika ada umat yang terkena gejala Covid-19 saat bulan puasa. Jika harus dievakuasi ke rumah sakit maka petugas sudah dilengkapi APD.

Terkait pencegahan Covid-19, Abdullah mengungkapkan, pihaknya telah berkeliling ke semua masjid di Atambua dengan memasang himbauan terkait pelaksanaan sholat jumat dan kegiatan ibadah selama Bulan Puasa di rumah masing-masing sesuai anjuran Agama Islam.

Ketua Majelis Jemaat GMIT Polycarpus Atambua, Pdt. Maya terus mendukung pemerintah dalam pencegahahan covid 19. Pihak gereja sudah menghimbau kepada seluruh umat agar mematuhi protokol kesehatan, seperti hysical distancing dan penggunaan masker.

"Kami terus menghimbau umat wajib pakai masker saat aktivitas di luar rumah dan melaksanakan semua himbauan pemerintah demi mencegah penyebaran Covid-19," ungkap Pdt. Maya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved