Bocah Tewas Tenggelam di TTU
Ini yang Dilakukan Polres TTU Setelah Menerima Informasi Seorang Bocah Tenggelam di Sungai Samala
Kasat Reskrim Polres TTU AKP. Tatang Prajitno Panjaitan mengatakan pihaknya sudah menerima informasi terkait dengan seorang bocah tenggelam
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Kasat Reskrim Polres TTU AKP. Tatang Prajitno Panjaitan mengatakan pihaknya sudah menerima informasi terkait dengan seorang bocah tenggelam di Sungai Samala, Desa Hauteas, Kecamatan Biboki Utara, Rabu (22/4/2020).
Setelah menerima informasi tersebut, pihaknya langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untik mengevakuasi korban ke Puskesmas Lurasik.
"Setelah terima informasi itu, kami langsung datangi TKP dan evakuasi korban ke Puskesmas Lurasik," kata Tatang kepada Pos Kupang melalui sambungan telepon selulernya, Kamis (23/4/2020).
• Covid-19: DPD Garda Pemuda NasDem Provinsi NTT Bagi 2000 Masker Untuk Warga Kota Kupang
Selain mengevakuasi korban, pihaknya juga langsung mencatat nama saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Pihaknya juga langsung menginterogasi para saksi tersebut.
Diberitakan sebelumnya, seorang anak di TTU dinyatakan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Samala, Desa Hauteas, Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten TTU pada, Rabu (22/4/2020) sekira pukul 16:00 Wita.
Korban berinisial GAN yang berumur 12 tahun tersebut berasal dari Desa Boronubaen, Kecamatan Biboki Utara. Korban sebelumnya sempat berjualan kue di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
• Mahasiswa NTT yang Ada di Semarang Dipuja Puji & Dikasih Senjata Ampuh oleh Gubernur Ganjar
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa pada, Rabu (22/4/2020) sekira pukul 15:00 Wita, saksi GRB dan AT menuju TKP. Tiba di TKP, dua saksi tersebut bertemu dengan korban yang sementara berjualan kue. Tidak lama kemudian datang saksi berinisial M membeli kue.
Setelah membeli kue, saksi M bercerita dengan korban. Namun sakei GRB dan saksi AT sementara melatih motor. Pada saat itu saksi AT yang melatih saksi GRB mengendarai motor.
Tidak lama berselang saat GRB dan AT sementara berlatih mengendarai sepeda motor, datanglah saksi M untuk meminta tolong kepada GRB dan AT untuk membantu korban karena korban tenggelam.
Saat mendengar permintaan bantuan dari M, saksi AT langsung datang menuju ke orangtua korban untuk memberitahu tentang kasus tersebut.
Usai memberitahukan kejadian tersebut, ibu kandung korban dan keluarga korban tiba di TKP dan mendapati korban dalam posisi sudah tak sadarkan diri.
Karena korban sudah tak sadarkan diri lagi, keluarga akhirnya langsung membawa korban ke Puskesmas Lurasik. Saat tiba di Puskesmas Lurasik, nyawa korban tak dapat diselamatkan dan dinyakan meninggal dunia. (
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)