600 Warga Belu Sudah Daftar Mendapatkan Kartu Prakerja

Sebanyak 600 warga Kabupaten Belu sudah mendaftar diri pada Kementerian Tenaga Kerja untuk mendapatkan Kartu Prakerja

POS-KUPANG.COM/TENIS JENAHAS
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Belu, Laurens Kiik Nahak 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - -Sebanyak 600 warga Kabupaten Belu sudah mendaftar diri pada Kementerian Tenaga Kerja untuk mendapatkan Kartu Prakerja yang diluncurkan pemerintah pusat.

Gelombang pertama sebanyak 500 orang yang mendaftar secara manual melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Belu. Sedangkan gelombang kedua sudah 100 orang yang mendaftar dan mereka mendaftar secara online. Dari jumlah yang sudah daftar tersebut, belum ada informasi peserta yang lulus.

Demikian dijelaskan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Belu, Laurens Kiik Nahak kepada Pos Kupang.Com saat dikonfirmasi di kantornya, Kamis (23/4/2020).

Sebelum Pantau Posko Covid-19, Wabup Lembata Singkirkan Pohon Tumbang Bersama Warga

Menurut Laurens, metode pendaftaran ada bentuk yakni pendaftaran manual dan online. Untuk pendaftaran manual gelombang pertama sebanyak 500 orang. Sedangkan pendaftaran gelombang kedua yang dimulai tanggal 20 April 2020 sudah 100 orang dan semuanya mendaftar secara online.

Dari 600 orang yang sudah mendaftar itu, belum ada informasi dari kementerian mengenai peserta yang lulis dari Kabupaten Belu.

Polres dan Kodim Sumba Timur Bagikan Sembako & Nasi Kotak Kepada Masyarakat

"Dari 600 oramg yang sudah daftar, belum ada informasi dari kementerian mengenai jumlah yang lalus. Kita menunggu informasi dari kementerian karena yang menentukan lulus adalah mereka. Kita mendokan semoga banyak yang lulus dari Belu", ungkap Laurens.

Menurut Laurens, ada empat tahap yang haris dilakukan dalam hal mendapatkan kartu prakerja yakni, mendaftarkan diri, mengikuti tes online, mendapatkan kartu prakerja dan mengikuti pelatihan. Kementerian menyiapkan 1.000 menu pelatihan yang dapat dipilih oleh peserta. Tes dilakukan secara online dengan jumlah soal 19 nomor dan lama waktu tes 25 menit.

Setelah lulus pelatihan maka peserta yang bersangkutan akan mendapatkan dana sebesar Rp 600. 000 per bulan selama jangka waktu empat bulan.

Kategori warga yang mendaftar adalah tenaga kerja yang di PHK, dirumahkan dan pencari kerja.

Untuk Kabupaten Belu, lanjut Laurens peserta yang paling banyak mendaftar adalah kategori pencari kerja sekitar 500 orang dan pekerja yang dirumahkan diperkirakan 100 orang. Sedangkan pekerja yang PHK tidak ada karena sampai dengan saat ini, belum ada kejadian PHK di Belu.

Syarat umum bagi peserta yang mendaftar antara lain, WNI, berusia 18 tahun dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal.

Atasnama pemerintah, Laurens berterima kasih kepada pelaku usaha yang ada di Kabupaten Belu karena sejauh ini belum ada yang melakukan PHK kepada karyawannya. Yang terjadi hanya dirumahkan saja. Hal ini tentu para karyawan masih memiliki harapan ketika wabah covid 19 ini berlalu, mereka bisa kembali bekerja pada perusahan tersebut. Jika pada saat nanti, perusahan tidak menerima kembali karyawan yang dirumahkan maka karyawan yang bersangkutan bisa mengadu ke dinas.

Menurut Laurens, karyawan yang dirumahkan lebih banyak karyawan yang bekerja di perusahan jasa perjalanan seperti tuor dan travel. Sedangkan badan usaha seperti toko, supermarket, rumah makan dan hotel tidak dirumahkan karena aktivitas usaha masih berjalanan. Dari hasil analisis dinas, badan usaha di Kabupaten Belu didominasi badan usaha perseorangan atau dikenal usaha keluarga. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved