Salam Pos Kupang

Dampak Corona: Beras atau Pulsa

Pandemi virus corona berdampak pada semua bidang. Sosial budaya, hukum, ekonomi, politik, pendidikan dan lainnya

Dampak Corona: Beras atau Pulsa
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - Pandemi virus corona berdampak pada semua bidang. Sosial budaya, hukum, ekonomi, politik, pendidikan dan lainnya. Lantaran untuk mencegah penyebaran virus corona, Pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan yang bisa dikatakan unik dan baru. Misanya di dunia pendidikan, Pemerintah meliburkan para siswa dan guru. Belajar di rumah melalui aplikasi online.

Ini adalah kebijakan yang benar-benar baru. Mau tidak mau mesti dijalankan. Bahkan untuk bisa mendukung belajar online, telah ada aplikasi ruang guru dan aplikasi lainnya agar bisa memudahkan proses belajar mengajar dari rumah.

Disiplin Kunci Keberhasilan Pencegahan Covid-19

Agar proses belajar mengajar itu bisa berjalan maka setiap guru dan siswa mesti memiliki handphone android. Selain itu tentu saja paket data mesti tersedia. Artinya harus ada pulsa agar bisa membeli paket data. Kurang lebih orangtua mesti menyiapkan uang setiap bulannya minimal Rp 100.000. Selain itu, agar bisa mendukung belajar online itu, jaringan telepon mesti mendukung. Nah persoalannya, apakah semua itu bisa dipenuhi siswa dan atau orangtua.

Di wilayah NTT dengan topografi yang sulit maka tidak semua wilayah bisa mengakses jaringan telepon. Lebih dari itu, orangtua siswa di desa dengan tingkat ekonomi yang pas-pasan tentu belum bisa membeli handphone android yang harganya mahal.

Kapolda NTT Terharu Dengar Laporan Anggotanya Hibahkan Gaji Pertama Untuk Warga Miskin

Jadi tidak adil ketika setiap siswa diwajibkan untuk belajar online namun di wilayah dimaksud belum ada akses jaringan telepon. Adalah juga tidak adil ketika siswa diwajibkan untuk belajar online namun kondisi ekononi keluarga siswa dimaksud masih rendah.

Adalah juga tidak adil ketika siswa diwajibkan untuk belajar online namun mereka tak memiliki uang untuk bisa membeli handphone andorid. Jangankan untuk membeli handphone android atau membeli pulsa untuk paket data, untuk makan minum sehari-hari saja tidak cukup. Apalagi saat pandemi corona sekarang ini banyak orangtua kehilangan pekerjaan.

Mau membeli beras untuk makan atau membeli handphone dan pulsa data. Tentulah menjadi pilihan yang sulit dilakukan orangtua.

Ya, ini adalah kondisi riil di lapangan. Akibat kondisi itu maka tentu banyak siswa dari kalangan keluarga tidak mampu tak bisa mendapatkan akses pendidikan belajar online. Maka siswa lain yang bisa mengakses dengan mudah semua itu tentu akan bisa dengan mudah melakukan belajar online.

Inilah persoalan yang dialami para siswa yang berada di wilayah pedalaman, terpencil dan tertinggal. Sudahkah pemerintah memikirkan hal itu dan menemukan cara lain agar setiap siswa yang dirumahkan bisa tetap belajar di rumah.

Ingat, setiap anak anak siswa-siswi adalah anak Indonesia yang memiliki hak untuk mendapatkan akses komunikasi dan pendidikan yang sama. Karenanya Pemerintah mesti bisa menyiapkan segala sarana prasarana dan fasilitas yang memadai dan sama di setiap wilayah Indonesia agar setiap orang bisa mendapatkan perlakuan dan akses yang sama. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved