Corona di NTT

Pemkab Sumba Barat Daya Siapkan Rp 50 Miliar Tangani Virus Corona

Bupati Sumba Barat Daya, dr.Kornelius Kodi Mete selaku ketua tim gugus tugas percepatan penanganan pencegahan virus corona tingkat K

Penulis: Petrus Piter | Editor: Ferry Ndoen
PK/Petrus Piter
Bupati SBD, dr.Kornelius Kodi Mete didampingi Wabup SBD, Marthen Christian Taka, S.IPem, Plt Sekda SBD, Bernardus Bulu, Kepala BPBD, Yohanes Tende dan Kadis Kesehatan SBD, drg.Yulianus Kaleka menggelar jumpa pers tentang perkembangan penanganan pencegahan penularan virus corona di rujab bupati SBD, Jumat (10/4/2020) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Petrus Piter

POS-KUPANG.COM/TAMBOLAKA---Bupati Sumba Barat Daya, dr.Kornelius Kodi Mete selaku ketua tim gugus tugas percepatan penanganan pencegahan virus corona tingkat Kabupaten Sumba Barat Daya, mengatakan, pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp 50 miliar untuk membiayai penanganan pencegahan penularan virus corona di daerah itu.

Rincian pemanfaatan dana tersebut sebagai berikut untuk penanganan kesehatan sebesar Rp 24.183.439.962, penanganan dampak ekonomi Rp 2.252.686.000, penanganan dampak sosial/jaringan pengaman sosial Rp 3.761.005.000 dan belanja tak terduga sebesar Rp 19.851.183.002 atau total Rp 50.048.313.963.

Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya,dr.Kornelius Kodi Mete menyampaikan hal itu kepada wartawan ketika menggelar acara jumpa pers yang berlangsung di rumah jabatan bupati Sumba Barat Daya, Jumat (10/4/2020).

Didampingi Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya yang juga adalah wakil ketua tim gugus tugas percepatan penananganan virus corona tingkat Kabupaten Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka, S.IPem, Pelaksana tugas Sekda SBD, Bernardus Bulu, Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) SBD, Yohanes Tende dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya yang juga adalah juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan virus corona tingkat Kabupaten Sumba Barat Daya, drg.Yulianus Kaleka, Bupati Sumba Barat Daya, dr.Kornelius Kodi Mete lebih lanjut menjelaskan, hingga hari ini, Jumat (10/4/2020) terdapat 114 orang dalam pemantuan (ODP) dan 25 diantaranya sudah selesai pemantuan. Hal itu berarti kini tinggal 89 lainnya masih dalam masa pemantauan tim gugus tugas penanganan virus corona, belum ada PDP dan belum ada pula pasien terjangkit virus corona.

FIFPro Soroti Keputusan Sepihak PSSI saat Gaji Pemain Dipangkas 75 Persen, Simak Liga 1 2020

Karena itu, selaku Kepala Daerah Sumba Barat Daya menegaskan sampai saat ini Sumba Barat Daya masih negatif virus corona.

Penyanyi Lokal yang Seksi ini Nekad Melepas Baju dan Bra di Panggung Bikin Penonton Histeris, Aksi

Diakui beberapa hari lalu, ada satu orang ODP dan dirawat di rumah sakit karitas weetabula dan kini dirujuk ke RSUD Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat untuk menjalani perawatan lebih lanjut bukan karena tertular virus corona tetapi menderita komplikasi penyakit lainnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kodi Mete mengatakan, terhitung 9 April 2020, salah satu warga Alor, Propinsi NTT positip tertular virus corona sehingga NTT menjadi ke-33 tertular virus corona. Mencermati kejadian itu, sebagai Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, menghimbau seluruh masyarakat agar mentaati dan menjalankan himbuan pemerintah yakni membiasakan diri selalu mencuci tangan memakai sabun sebelum meraba muka dan mata, menjaga jarak, berdiam diri di rumah, selalu memakai masker bila berpergian keluar rumah, menjaga imunitas tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergisi, berolahraga teratur, menghindari berkumpul masa dan lainnya.

14 Remaja Ini Malah Pesta Seks di Hotel Disaat Orang-orang Sedang Lockdown

Ia optimis bila semua masyarakat menjalankan himbauan pemerintan maka dapat memutus rantai penularan virus corona di daerah ini.

Ia menambahkan, saat ini, pemerintah telah membentuk posko tim gugus tugas penanganan virus corona sampai kecamatan dan desa. Kehadiran posko penanganan virus di kecanatan dan desa demi mempernuda penanganan pencegahan penularan virus corona. Tim gugus tugas desa dan kelurahan menjadi garda terdepan mengawasi keluar masuk orang di wilayah masing-masing. Dengan demikian, setiap orang baru tiba dapat melaporkan diri ke posko atau didatangi langsung tim penanganan corona bila yang bersangkutan belum datang melapor.

Selain itu tugas tim penanganan corona kecamatan dan desa adalah mengawasi ODP yang sedang menjalankan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Jangan sampai ada ODP tidak menjalankan isolasi secara teratur dan justru berkeliaran keliling dari rumah ke rumah. Sebab semua nama dan data ODP telah disebar ke seluruh posko diseluruh desa sehingga mudah mengawasinya. (Pet)

Bupati SBD, dr.Kornelius Kodi Mete didampingi Wabup SBD, Marthen Christian Taka, S.IPem, Plt Sekda SBD, Bernardus Bulu, Kepala BPBD, Yohanes Tende dan Kadis Kesehatan SBD, drg.Yulianus Kaleka menggelar jumpa pers tentang perkembangan penanganan pencegahan penularan virus corona di rujab bupati SBD, Jumat (10/4/2020)
Bupati SBD, dr.Kornelius Kodi Mete didampingi Wabup SBD, Marthen Christian Taka, S.IPem, Plt Sekda SBD, Bernardus Bulu, Kepala BPBD, Yohanes Tende dan Kadis Kesehatan SBD, drg.Yulianus Kaleka menggelar jumpa pers tentang perkembangan penanganan pencegahan penularan virus corona di rujab bupati SBD, Jumat (10/4/2020) (PK/Petrus Piter)
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved