Virus corona
Corona Bikin Merana, Kisah Indri, Driver Ojol Wanita Terpaksa 'Ngalong' Agar Bisa bertahan Hidup
Bak makan buah simalakama. Corona memang bikin merana.Indri seorang driver ojek online wanita terpaksa ngalong cari penumpang agar bisa bertahan hidup
Namun, bulan ini dipastikan ia menunggak lantaran tak sanggup membayarnya.
Ia juga terpaksa harus meminjam uang dari pinjaman online untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
"Saya pinjam Rp 600 ribu tapi total pembayarannya jadi Rp 750 ribu tapi sekarang telat 4 hari jadi Rp 729 ribu," katanya.
Sudah tiga hari tidur Indri tak bisa lelap karena memikirkan cicilan motor dan pinjaman online.
"Takut bunganya makin besar," ujarnya.
• Cegah Corona, BBPP Kupang Bagi-bagi Masker Kain Untuk Masyarakat Sekitar Balai
Terpaksa "Ngalong"
Istilah ngalong, dalam dunia ojek online berarti mencari pesanan hingga dini hari.
Indri mengambil pilihan itu agar bisa melunasi utang-utangnya.
"Terpaksa (harus ngalong), karena saya belum pernah nunggak bayar cicilan baru kali ini bawaannya takut," katanya.
Rekan-rekannya berulang kali mengingatkannya agar jangan keluar mencari pesanan saat malam hari.
Namanya soal perut dan cicilan, jalan itu terpaksa diambilnya.
Namun, pilihan ngalong pun belum tentu mendapatkan banyak pesanan.
"Ngalong untuk tabungan poin istilah ojol supaya besok lebih ringan kerja ternyata sepi juga selama ngalong. Alhamdulilah walaupun dapet 1 atau 2 orderan," kata perempuan yang masih bisa bersyukur itu.
Menanggapi kebijakan larangan membawa penumpang, Indri hanya kasihan dengan rekan-rekannya.
Pasalnya, tidak semua dari mereka mengerti layanan pesan antar makanan.
"Kasihan teman-teman banyak yang bilang ke saya akan terasa semakin sulit mendapatkan penghasilan karena sebagian dari mereka belum mengerti tentang Go- Food," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Cerita Indri, Pengendara Ojol saat Corona: Susah Tidur hingga Terpaksa Kerja Sampai Tengah Malam