Paskah 2020
Jatuh 12 April 2020 Sejarah Paskah Lekat dengan Perjamuan Paskah Bangsa Yahudi dengan 4 Cawan Anggur
Tapi Paskah tidak bisa dilepaskan dari perjamuan Paskah bangsa Yahudi, yang dilaksanakan menurut pola turun-temurun dalam setiap rumah tangga Yahudi.
Ada kekhasan yang nampak dalam Perjamuan Yesus itu, yaitu dari awalnya Perjamuan Paska Yahudi menjadi Perjamuan Malam terakhir Yesus.
Yesus melakukan suatu pemugaran dalam segi tertentu namun tidak mengubah esensinya.
Yesus mengganti doa berkat roti dan anggur dengan doa berkatNya sendiri.
Suatu aliran pewarisan tradisi yang telah mengalami suatu pemugaran dengan makna baru yaitu dari perjanjian lama (Yahwe bersama Israel) ke dalam berjanjian baru (Yesus pokok perjanjian itu sendiri dengan umatNya = murid-muridNya).
Perjamuan Malam terakhir dan Penetapan Ekaristi
Para muridlah yang pertama menjadi peserta Perjamuan Malam terakhir bersama dengan Yesus Kristus. Perjamuan malam terakhir ini dipahami para murid sebagai perjamuan
Paskah seperti halnya orang-orang Yahudi pada saat itu.
Di sinilah ada kesalahpahaman pengertian antara maksud para murid dengan Yesus sendiri. Para murid tidak mengerti.
Namun dengan rentetan-rentetan peristiwa berkaitan dengan Yesus dan salibNya, maka lambat laun para murid menjadi mengerti.
Suatu proses "untuk mengerti" harus melalui peristiwa hidup yang mungkin cukup tragis. Demikian juga yang dialami oleh Yesus.
Yesus bermaksud dengan perjamuan malam terakhir ini mau mengantisipasikan peristiwa yang akan menimpaNya. Itulah peristiwa salib, sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya.
Kata-kata Yesus dalam Perjamuan terakhir berupaya memberikan pengertian bagi murid bahwa, Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk dalam kemuliaanNya? (Lukas 24:26).
Kata-kata dan doa Yesus Kristus dalam perjamuan terakhir ini adalah menggambarkan diri-Nya yang akan menjadi peristiwa salib.
Yesus Kristuslah yang sebenarnya menjadi Kurban pepulih dosa manusia.
Jadi, melalui perjamuan malam terakhir inilah Yesus memberikan warisan yang takkan pernah pudar bagi para murid Kristus dulu dan murid Kristus dewasa ini.
Mengapa demikian, karena dalam Perjamuan Malam terakhir itu, sekaligus menjadi penetapan bagi Perjamuan Ekaristi sekarang ini. Dengan kata
lain Yesus Kristus menghendaki agar para muridnya (umat) senantiasa mengenangkan peristiwa kurban Kristus disalib melalui pengenangan kembali peristiwa salib;
sengsara, wafat dan kebangkitannya melalui dan hanya melalui Ekaristi. Jadi Ekaristi kudus merupakan Perjamuan kembali bersama Kristus yang bangkit, atau Paskah Kristus sendiri. (net)
Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Sejarah Paskah, Berawal dari Tradisi Yahudi, https://manado.tribunnews.com/2014/04/19/sejarah-paskah-berawal-dari-tradisi-yahudi?page=all.
Penulis:
Editor: