Paskah 2020

Jatuh 12 April 2020 Sejarah Paskah Lekat dengan Perjamuan Paskah Bangsa Yahudi dengan 4 Cawan Anggur

Tapi Paskah tidak bisa dilepaskan dari perjamuan Paskah bangsa Yahudi, yang dilaksanakan menurut pola turun-temurun dalam setiap rumah tangga Yahudi.

Editor: Hasyim Ashari
net
Ilustrasi Yusuf ayah Yesus bersama Maria, Ibu Yesus 

Kepala keluarga bertindak sebagai kepala atau pemimpin Perjamuan berupaya membawa semua peserta dalam keadaan barokhah atau mendapat berkat.

Satu persatu diperhatikan dan dilayani sedemikian rupa dan adil serta sejahtera. Tidak ada yang terlewatkan.

Paskah Yesus Kristus

Yesus Kristus hidup dan menghidupi tradisi nenek moyang orang Yahudi.

Maka salah satu tanda untuk menumbuhkan rasa ke-Yahudi-anNya, Dia berupaya menghidupi tradisi Yahudi dan ikut terlibat di dalamnya.

Tentunya dengan cara dan konteks tertentu Yesus berupaya untuk memaknai secara baru Perjamuan Paskah-Nya.

Dalam Injil Matius 26:17-25 (juga dalam Mrk 14:12-21, Lk 22:7-14;21-23 dan Yoh 13:21-30), dikisahkan bagai mana Yesus menghendaki ingin merayakan Perjamuan Paskah bersama murid-muridNya., "waktuKu hampir tiba; di dalam rumahmulah, Aku mau merayakan Paskah bersama dengan murid-muridKu."

Dari kisah ini jelaslah bahwa Yesus sangat

tertarik untuk melakukan Perjamuan bersama dengan murid-muridNya. Maka terjadilah perjamuan " Malam bersama" murid-muridNya. Yang kemudian terkenal dengan istilah,

Perjamuan Malam Terakhir bersama para murid. Mengapa demikian, karena setelah itu Yesus tidak lagi makan bersama dengan murid-muridnya. Dalam perjamuan Malam terakhir

itu, Yesus melakukan apa yang dilakukan oleh Kepala Keluarga Yahudi ketika memimpin Perjamuan Paskah.

Persis seperti itu semua dilakukan oleh Yesus, hanya perbedaannya adalah; Yesus mengubah rumusan doa berkat atas roti dan anggur dengan kata-kataNya sendiri.

Atas roti Yesus berdoa, " Ambilah, makanlah, Inilah Tubuhku." Dan atas

anggur Yesus berdoa; " Minumlah kamu semua dari cawan ini. Sebab inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa." (Mat

26;26-28). Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus ketika menetapkan Perjamuan Malam terakhir bersama muridNya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved