Paskah 2020
Jatuh 12 April 2020 Sejarah Paskah Lekat dengan Perjamuan Paskah Bangsa Yahudi dengan 4 Cawan Anggur
Tapi Paskah tidak bisa dilepaskan dari perjamuan Paskah bangsa Yahudi, yang dilaksanakan menurut pola turun-temurun dalam setiap rumah tangga Yahudi.
Pada setiap meja Perjamuan Paska selalu disiapkan sebuah tas kain yang dinamakan "MATSAH TOSY", tas ini biasanya berbentuk persegi atau bundar yang diletakkan diatas meja.
Di dalam tas ini ada tiga potongan roti tak beragi.
Pada langkah berikut, pemimpin Perjamuan Paskah mengambil roti yang ditempatkan di bagian tengah dan memecahnya menjadi dua.
Inilah yang dilakukan oleh Yeus Kristus dalam Injil Mateus 26;26 dan Injil Lukas 22:19. Potongan terbesar dibungkus pada kain dan disisihkan untuk dimakan kemudian diakhir Perjamuan.
Kemudian Kepala keluarga menceritakan kepada anggota keluarga tentang kisah Paska.
Dan nyanyian Mazmur 113 dan Mazmur 114 di nyanyikan. Kisah penetapan Paskah (MAGID)
diucapkan, Mazmur 113 dinyanyikan. Kisah penetapan Paskah ditutup dan pada saat ini cawan anggur ke-2 diisi lalu diedarkan dan diminum oleh peserta perjamuan.
Kemudian acara makan utama dilaksanakan, semua orang mencuci tangannya. Sebuah doa mohon berkat untuk makanan diucapkan, doa berkat itu berbunyi; "BARUKH 'ATAH ADONAY, 'ELOHEINU MELEKH HA'OLAM HAMOTSI LEKHEM MIN HA'ARETS",
yang artinya: "diberkatilah Engkau ya Tuhan, Allah kami, raja semesta alam yang menghasilkan roti di bumi ", maka dimakanlah makanan utama (SHULKHAN 'OREKH) yang terdiri dari daging panggang (daging domba) dan roti tak beragi (MATSAH) dan sayur pahit (MAROR) berurut-urutan.
Sayur pahit ini melambangkan pahit getirnya selama perbudakan ditanah Mesir. Kemudian Kepala Keluarga kembali mengambil roti tidak beragi (MATSAH) yang sudah disisihkan sebelumnya.
Kemudian Matsah dan Maror dimakan bersama-sama dalam acara yang disebut KOREKH, disusul makan potongan roti yang sudah disisihkan. Dan
sesudah berdoa lagi maka diminumlah cawan ke-3 cawan penebusan. Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam Injil Lukas 22:20.
Upacara ini ditutup dengan nyanyian dalam Mazmur 114-118 (HALEL, atau "HALELUYAH") dinyanyikan sebagai ucapan syukur dan cawan ke-4 (anggur terakhir) diminum, dan pintu rumah dibuka sebagai simbol menyambut kedatangan ELIA yang akan datang dan memberitahukan kedatangan Mesias.
Acara terakhir dalam Perjamuan Paskah adalah menyanyikan kidung pujian. ( Matius 26:30 dan Markus 14:26),
Dari penelusuran mengenai tradisi Perjamuan Paskah orang Yahudi ini, dapat sangat dirasakan khasanah yang khas kekeluargaan dan keharmonisan dalam keluarga.