Virus Corona

Datangkan Alat Deteksi dari Luar Negeri, Puncak Wabah Corona Covid-19 di Indonesia Bisa Lebih Cepat

Indonesia bisa lebih awal mencapai puncak wabah virus corona setelah pemerintah mendatangkan perangkat deteksi berbasis molekuler dari luar negeri

Editor: Bebet I Hidayat
AFP/JUNI KRISWANTO
Datangkan Alat Deteksi dari Luar Negeri, Puncak Wabah Corona Covid-19 di Indonesia Bisa Lebih Cepat - Anggota polisi memakai helm berbentuk virus corona melakukan imbauan dan penyemprotan cairan disinfektan pada kendaraan di jalanan di daerah Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (3/4/2020). Cara unik ini dilakukan oleh sejumlah anggota dari Polres Mojokerto dalam upaya menekan penyebaran virus corona atau penyakit Covid-19 yang tengah merebak di Tanah Air. 

Sejumlah pakar di Indonesia mengemukakan hasil penelitiannya, dan hasilnya nyaris sama, mereka menyebut akan terjadi badai puncak covid-19 di Indonesia.

Menyusun dari GridHealth setidaknya ada beberapa ilmuwan di sini yang sudah menjelaskan penelitiannya.

Jika diurutkan sesuai dengan tanggal penerbitannya, berikut hasil studi penelitian tersebut:

1. Badan Intelijen Negara (BIN) Tanggal 3 Maret

Pada tanggal 3 Maret, Mayjen TNI Afini Boer mengatakan pihaknya memprediksi puncak Covid-19 di Indonesia akan terjadi 40-60 hari setelah pengumuman 2 Maret lalu.

Hal itu menunjukkan badai puncak Covid-19 akan jatuh pada tanggal 2-22 Mei 2020.

2. Pusat Permodelan Matematika dan Simulasi ITB 19 Maret

Dilaporkan pada 19 Maret namun sudah diperbarui tanggal 23 Maret, para peneliti dari Institute Teknologi Bandung (ITB) memprediksi penyebaran virus corona akan terjadi pada Mei 2020 atau awal Juni 2020.

3. Dr. Joko Haryanto ST Ilmuwan Pengenalan Pola dari Pemprov DIY 24 Maret.

Hasil penelitiannya dari kasus Covid-19 di Indonesia, menghasilkan estimasi periode waktu puncak terjadi antara 70 sampai 100 hari pada kisaran tanggal 12 Mei-12 Juni 2020.

Periode kritis akan muncul pada rentang 40-60 hari.

Sementara estimasi pemulihan akan terjadi secara nasional selama 120-150 hari sejak kasus pertama ditemukan.

4. Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat UI 27 Maret

Hasil prediksinya menunjukkan jumlah kasus yang bervariasi antara 500.000 hingga 2.500.000 kasus dengan pertimbangan intervensi yang dilakukan pemerintah.

Prediksi tersebut diasumsikan pada 77 hari tepatnya pertengahan Mei 2020, Tim menggunakan patokan hari pertama pada pekan pertama Februari 2020.

5. Dr Susanto Sastranegara, ilmuwan Matematika dari FMIPA UNS 28 Maret

Peneliti ini memprediksi badai puncak Covid-19 akan terjadi pertengahan Mei. Akhir dari pandemi ini tergantung kebijakan pemerintah.

6. Prof Dr rer nat Dedi Rosiadi, SSi, MSC dari UGM tanggal 30 Maret

Penliti ini memperkirakan penambahan maksimum total penderita per hari adalah sekitar minggu kedua pad April antara 7-11 April. Dengan penambahan 185 pasien per hari. 

Maksimum penderita Covid-19 di Indonesia bisa mencapai 6.147 kasus.

Tiap peneliti menggunakan metode dan permodelan berbeda tetapi dengan sumber data yang sama.

Sumbernya berasal dari penambahan harian data dari BNPB.

Nyaris semuanya menyebut antara April mendekati Mei pertengahan akan terjadi badai puncak, Covid-19 di Indonesia.

* Provinsi NTT yang sebelumnya belum terinfeksi, saat ini terdapat 1 kasus positif

POS-KUPANG.COM -  Jangan panik jumlah kasusu di Indonesia kian naik hari ke hari.

Pemerintah menyatakan bahwa masih terjadi penambahan pasien yang positif terinfeksi virus corona dan mengidap Covid-19.

Hingga Kamis (9/4/2020) pukul 12.00 WIB, data yang dihimpun memperlihatkan total ada 3.293 kasus Covid-19 di Tanah Air.

Jumlah ini bertambah 337 pasien Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Hal ini diungkapkan juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB pada Kamis sore.

"Terdapat penambahan kasus baru sebanyak 337, sehingga jumlah menjadi 3.293 kasus," ujar Yurianto.

Update terkini Corona di Indonesia (istimewa)
Dia menambahkan, dalam periode yang sama juga terjadi penambahan 30 pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh.

Dengan demikian, total ada 252 pasien yang kini dinyatakan negatif virus corona setelah menjalani dua kali pemeriksaan.

Namun, pemerintah masih mengungkapkan kabar duka dengan adanya penambahan 40 pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Ini menyebabkan secara akumulasi ada 280 pasien yang tutup usia setelah dinyatakan positif virus corona.

Menurut Yurianto, data ini menggambarkan masih terjadinya penularan Covid-19 di masyarakat. Dia pun menyesali tingginya penambahan kasus baru dan jumlah pasien meninggal.

"Gambaran ini sangat menyedihkan untuk kita karena kita tahu bahwa penularan masih terus berlangsung," kata Yuri.

Menurut Yuri, data ini juga memperlihatkan kondisi masyarakat dalam seminggu terakhir yang belum patuh terhadap imbauan pemerintah.

"Data yang kita himpun hari ini menggambarkan kondisi masyarakat kita seminggu yang lalu," ucap Yurianti. "Kita tahu meskipun masa inkubasi terpanjang adalah 14 hari namun rata-rata 5-6 hari yang lalu," kata dia.

Imbauan pemerintah itu seperti rajin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat keluar rumah, dan sebisa mungkin tidak keluar jika tidak ada kepentingan mendesak.

Selain itu, jika keluar rumah masyarakat diharapkan untuk tetap menjaga jarak atau physical distancing agar mencegah penularan terus terjadi.

Pemerintah juga telah mengeluarkan aturan agar masyarakat menggunakan masker saat berada di luar rumah.

Masyarakat diharapkan menggunakan masker kain, sebab masker bedah dan masker N95 diprioritaskan untuk para petugas medis.

"Mudah-mudahan dengan menggunakan masker, kita bisa melihat hasilnya minggu depan apakah kepatuhan ini dijalankan dengan baik atau tidak," kata dia.

Dari jumlah bertambahnya kasus. Ada juga kasus di provinsi yang sebelumnya belum terdeksi yaitu Nusa Tenggara Timur.

Kasus di Nusa tenggara Timur berjumlah 1 kasus.

Berikut daftar lengkap provinsi dan jumlah kasus Virus Corona Covid-19:

daftar provinsi dan kasus virus corona (istimewa)
daftar kasus corona di indonesia (istimewa)
Baca juga berita lainnya:

Penyebaran virus corona atau covid-19 terus meluas.

Hingga Rabu (8/4/2020), ratusan negara telah melaporkan adanya kasus infeksi virus corona. 

Dilansir dari Worldometer, Rabu (8/4/2020) pukul 12.00 WIB, jumlah kasus virus corona di seluruh dunia telah mencapai 1.431.973 pasien.

 Adapun total korban meninggal dunia mencapai 82.096 orang.

Berikut 10 negara memilki jumlah kasus terbesar Covid-19 :

1. Amerika Serikat, 400.540 pasien positif covid-19. Sebanyak 12.857 pasien sembuh dan 21.711 orang meninggal.

2. Spanyol, 141.942 kasus positif, 14.045 orang meninggal, dan 43.208 orang sembuh

3. Italia, 135.586 kasus positif, 17.127 orang meninggal, 24.392 orang sembuh

4. Perancis, 109.069 kasus positif, 10.328 orang meninggal, 19.337 orang sembuh

5. Jerman, 107.663 kasus positif, 2.016 orang meninggal, 36.081 orang sembuh

6. China, 81.802 kasus positif, 3.333 orang meninggal, 77.279 orang sembuh

7. Iran, 62.589 kasus positif, 3.872 orang meninggal, 27.039 orang sembuh

8. Inggris, 55.242 kasus positif, 6.159 orang meninggal, 135 orang sembuh

9. Turki, 34.109 kasus positif, 725 orang meninggal, 1.582 orang sembuh

10. Swiss, 22.253 kasus positif, 821 orang meninggal, 8.704 orang sembuh.

Data sebaran covid-19 di Indonesia

Berikut data persebaran kasus virus corona di Indonesia per Selasa (7/4/2020) berdasarkan data dari covid19.go.id:

1. DKI Jakarta

Terkonfirmasi: 1.369

Sembuh: 65

Meninggal: 106

2. Jawa Barat

Pemerintah Cina sebut vaksin virus corona akan tersedia di bulan april. (via Bolasport.com)
Terkonfirmasi: 343

Sembuh: 17

Meninggal: 29

3. Jawa Timur

Terkonfirmasi: 194

Sembuh: 41

Meninggal: 16

4. Banten

Terkonfirmasi: 194

Sembuh: 7

Meninggal: 18

5. Jawa Tengah

Terkonfirmasi: 133

Sembuh: 14

Meninggal: 22

6. Sulawesi Selatan

Terkonfirmasi: 127

Sembuh: 21

Meninggal: 6

7. Bali

Terkonfirmasi: 43

Sembuh: 18

Meninggal: 2

8. Daerah Istimewa Yogyakarta

Terkonfirmasi: 41

Sembuh: 1

Meninggal: 3

9. Kalimantan Timur

Terkonfirmasi: 31

Sembuh: 1

Meninggal: 1

10. Sumatera Utara

Terkonfirmasi: 26

Sembuh: 0

Meninggal: 4

11. Papua

Terkonfirmasi: 26

Sembuh: 3

Meninggal: 2

12. Kalimantan Tengah

Terkonfirmasi: 20

Sembuh: 6

Meninggal: 0

13. Sumatera Barat

Terkonfirmasi: 18

Sembuh: 0

Meninggal: 0

14. Kalimantan Selatan

Terkonfirmasi: 18

Sembuh: 0

Meninggal: 0

15. Sumatera Selatan

Terkonfirmasi: 16

Sembuh: 1

Meninggal: 2

16. Kalimantan Utara

Terkonfirmasi: 15

Sembuh: 0

Meninggal: 0

17. Riau

Terkonfirmasi: 12

Sembuh: 1

Meninggal: 0

18. Lampung

Terkonfirmasi: 12

Sembuh: 0

Meninggal: 1

19. Nusa Tenggara Barat

Terkonfirmasi: 10

Sembuh: 0

Meninggal: 0

20. Kalimantan Barat

Terkonfirmasi: 10

Sembuh: 3

Meninggal: 2

21. Kepulauan Riau

Terkonfirmasi: 9

Sembuh: 2

Meninggal: 1

22. Sulawesi Utara

Terkonfirmasi: 8

Sembuh: 1

Meninggal: 0

23. Sulawesi Tenggara

Terkonfirmasi: 7

Sembuh: 1

Meninggal: 0

24. Aceh

Terkonfirmasi: 5

Sembuh: 0

Meninggal: 1

25. Sulawesi Tengah

Terkonfirmasi: 5

Sembuh: 0

Meninggal: 2

26. Jambi

Terkonfirmasi: 2

Sembuh: 0

Meninggal: 0

27. Bengkulu

Terkonfirmasi: 2

Sembuh: 0

Meninggal: 1

28. Kepulauan Bangka Belitung

Terkonfirmasi: 2

Sembuh: 0

Meninggal: 1

29. Sulawesi Barat

Terkonfirmasi: 2

Sembuh: 0

Meninggal: 0

30. Papua Barat

Terkonfirmasi: 2

Sembuh: 0

Meninggal: 1

31. Maluku

Terkonfirmasi: 1

Sembuh: 1

Meninggal: 0

32. Maluku Utara

Terkonfirmasi: 1

Sembuh: 0

Meninggal: 0

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul https://nasional.kompas.com/read/2020/04/09/15434301/update-kasus-covid-19-di-indonesia-total-3293-bertambah-337?page=all#page3

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Datangkan Alat Deteksi, Puncak Wabah Corona di Indonesia Bisa Lebih Cepat"

 
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved