Virus Corona

Datangkan Alat Deteksi dari Luar Negeri, Puncak Wabah Corona Covid-19 di Indonesia Bisa Lebih Cepat

Indonesia bisa lebih awal mencapai puncak wabah virus corona setelah pemerintah mendatangkan perangkat deteksi berbasis molekuler dari luar negeri

AFP/JUNI KRISWANTO
Datangkan Alat Deteksi dari Luar Negeri, Puncak Wabah Corona Covid-19 di Indonesia Bisa Lebih Cepat - Anggota polisi memakai helm berbentuk virus corona melakukan imbauan dan penyemprotan cairan disinfektan pada kendaraan di jalanan di daerah Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (3/4/2020). Cara unik ini dilakukan oleh sejumlah anggota dari Polres Mojokerto dalam upaya menekan penyebaran virus corona atau penyakit Covid-19 yang tengah merebak di Tanah Air. 

Mesin-mesin dari Swiss itu diklaim mampu menguji total 9.000 hingga 10.000 spesimen setiap hari; dan pemerintah menargetkan 300.000 tes dalam sebulan.

"Dengan alat ini kita harapkan Indonesia semakin bisa mendata berapa banyak orang yang terkena [virus] corona, sehingga antisipasi kita untuk menghadapi corona akan semakin baik," ujar Arya dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Rabu (08/04/2020).

Pemerintah Indonesia selama ini dikritik karena kurangnya jumlah tes.

Per Rabu (08/04/2020), Indonesia telah mengetes 14.571 spesimen, menurut data Kementerian Kesehatan. Namun angka tersebut dianggap kecil dibandingkan populasi Indonesia yang lebih dari 200 juta jiwa.

Dibandingkan negara-negara lain, Indonesia termasuk negara dengan jumlah tes coronavirus terendah di dunia - hanya 52 tes per satu juta orang, menurut Worldometer.

Sebagai perbandingan, Malaysia telah melakukan 1.717 tes per satu juta orang, Singapura 11.110 tes per satu juta orang, Brunei Darussalam 20.218 tes per satu juta orang, dan Thailand 359 tes per satu juta orang.

Perlu dibarengi isolasi

Menurut Nuning Nuriani, dengan bertambahnya jumlah tes, semakin cepat kasus positif bisa ditemukan dan diisolasi.

"Artinya puncak kasus aktifnya itu bisa sangat tinggi tapi karena ditesnya lebih cepat, maka lebih dini dideteksi."

Namun perempuan yang juga merupakan ketua tim simulasi dan permodelan Covid-19 Indonesia (SimcovID) itu menekankan bahwa peningkatan jumlah tes perlu dibarengi periode isolasi.

Ilustrasi: isolasi mandiri, karantina mandiri, corona, covid-19
Ilustrasi: isolasi mandiri, karantina mandiri, corona, covid-19(Shutterstock)

UPDATE CORONA NTT - 1 Kasus Positif Corona NTT Ada di Flores Bukan di Kupang, Data Covid-19 Indoesia

VIDEO: Rumah Sakit Borong, Jadi Lokasi Karantina Terpusat ODP Covid-19 di Manggarai Timur

Halaman
1234
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved