Kerumunan Warga Abaikan Maklumat Kapolri, Kapolres & Wakil Bupati Alor Klarifikasi di Polda NTT

Kerumunan Warga Alor Abaikan Protokol dan Maklumat Kapolri, Kapolres dan Wakil Bupati Alor Klarifikasi di Polda NTT

Humas Polda NTT
Kapolda NTT didampingi Danrem 161 Wirasakti Kupang dan Kabinda NTT saat rapat klarifikasi dengan Pemda Kabupaten Alor dan Kapolres Alor di Mapolda NTT pada Senin (6/4/2020). 

Kerumunan Warga Alor Abaikan Protokol dan Maklumat Kapolri, Kapolres dan Wakil Bupati Alor Klarifikasi di Polda NTT  

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kapolres Alor AKBP Dermawan Marpaung dan Wakil Bupati Kabupaten Alor Imran Duru memenuhi panggilan untuk melakukan klarifikasi di Polda NTT pada Senin (6/4/2020). 

Bersama dengan para pejabat lainnya, mereka memberikan klarifikasi terkait kerumunan warga Alor yang datang untuk menyambut Hamid Haan, salah satu kontestan Liga Dangdut (LIDA) 2020 asal Kabupaten Alor yang tiba di Bandara Mali Alor dan di kediamannya pada Sabtu (4/4/2020). 

Selain Kapolres dan Wakil Bupati, hadir pula Asisten 1 Kabupaten Alor, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Alor serta Kepala Kementerian Agama Kabupaten Alor di Polda NTT. 

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jo Bangun kepada POS-KUPANG.COM  menjelaskan Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin didampingi Danrem 161 Wirasakti Kupang Brigjen TNI Syaiful Rahman dan Kabinda NTT Brigjen TNI Adrianus S.A. Nugroho, S.Sos, M.Tr melakukan klarifikasi terhadap Wakil Bupati dan Kapolres Alor tentang persoalan tersebut. Klarifikasi tersebut dilaksanakan di Ruang Rupatama Polda NTT. 

"Hari ini bapak Kapolda didampingi Danrem dan Kabinda telah melakukan klarifikasi terhadap wakil bupati dan Kapolres Alor di Polda NTT tentang apa yang terjadi di Alor," ungkap Kombes Jo.

Ia mengatakan, dalam klarifikasi tersebut, Kapolda menekankan bahwa maklumat Kapolri wajib dilaksanakan oleh seluruh warga negara indonesia dimanapun berada, termasuk di Kabupaten Alor. Hal tersebut, kata Kombes Jo Bangun, karena maklumat Kapolri memiliki implikasi hukum. Sehingga apa yang terjadi di Alor, diharapkan tidak terjadi lagi pada waktu mendatang. 

"Maklumat Kapolri ini mempunyai dampak hukum bagi yang tidak melaksanakannya, termasuk di Alor. Bapak Kapolda mengharapkan tidak ada lagi kerumunan massa yang terjadi seperti di Alor, dan berharap ini kejadian terakhir di wilayah Provinsi NTT," kata Kombes Jo.l Bangun.

Lebih lanjut, mantan Kapolres Kupang Kota ini mengatakan, apa yang ditentukan oleh pemerintah dan aparat keamanan semata-mata dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah NTT.

"Bapak Kapolda juga berterimakasih kepada tokoh agama yang telah melaksanakan kegiatan agama secara streaming. Semua ini juga demi mencegah penyebaran Virus Corona," katanya. 

Terkait klarifikasi tersebut, Kombes Jo mengatakan bahwa Wakil Bupati Alor yang hadir sangat mendukung apa yang disampaikan oleh Kapolda. 

Wakil Bupati rencanakan akan melakukan himbauan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memperhatikan dan menjalankan maklumat Kapolri. 

Ini Alokasi Anggaran Rp 18.29 Milyar Untuk Penanganan Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat

Pengusaha Tersangka Korupsi Bibit Bawang Kabupaten Malaka Mangkir, Polda Tetapkan Jadi DPO

Dapat Bantuan Program Sosial dari BI, Wali Kota Kupang Akan Gunakan untuk Kepentingan Masyarakat

"Sepulang dari Polda, di Kabupaten Alor beliau akan menghimbau tokoh-tokoh agama supaya tetap menjalankan maklumat Kapolri. Karena masalah covid-19 ini tanggung jawab bersama dan beliau telaj berjanji bersama-sama Forkopimda akan mencegah kejadian di Alor tidak terulang lagi," ujar Kombes Jo. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved