Pengusaha Tersangka Korupsi Bibit Bawang Kabupaten Malaka Mangkir, Polda Tetapkan Jadi DPO

Pengusaha Tersangka Korupsi Bibit Bawang Kabupaten Malaka Mangkir, Polda Tetapkan Jadi DPO

POS KUPANG.COM/RYAN NONG
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jo Bangun bersama Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda NTT Kombes Pol Heri Tri Maryadi saat jumpa pers terkait kasus korupsi pengadaan bibit Bawang Kabupaten Malaka di Mapolda NTT pada Kamis (12/3/2020) siang. 

Pengusaha Tersangka Korupsi Bibit Bawang Kabupaten Malaka Mangkir, Polda Tetapkan Jadi DPO

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) segera menetapkan status DPO terhadap Baharudin Tony, pengusaha yang menjadi tersangka kesembilan dalam kasus korupsi pengadaan bibit bawang Kabupaten Malaka NTT tahun 2018. 

Hingga waktu yang disepakati, pengusaha tersebut tidak memenuhi panggilan kedua Polda NTT untuk memberi keterangan sekaligus memenuhi pemeriksaan sebagai tersangka oleh penyidik tindak pidana korupsi Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda NTT

Baharudin Tony, melalui pengacaranya, Joao Meko SH, telah meminta dispensasi sejak pemanggilan pertama pada 6 Maret 2020 lalu. Saat itu, melalui pengacaranya, Baharudin beralasan sakit dan meminta penundaan untuk memenuhi panggilan. 

Setelah dilakukan pemanggilan kedua, Bahrudin melalui Joao Meko SH lagi lagi meminta dispensasi kepada Polda NTT. Hingga pada Jumat 20 Maret 2020, Polda NTT menerbitkan surat pencekalan bepergian ke luar negeri kepada Baharudin.

Saat itu, pengacaranya berkoordinasi dengan penyidik Polda NTT dan memberikan jaminan Baharudin akan datang ke Polda pada Sabtu 4 April 2020.

Dirreskrimsus Polda NTT Kombes Pol Heri Tri Maryadi yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM mengaku tersangka Baharudin Tony belum memenuhi panggilan hingga Senin (6/4/2020). 

"Belum, belum. Yang bersangkutan belum memenuhi panggilan seperti janjinya, yakni tanggal 4 April akan ke Polda NTT," ujar Kombes Tri Maryadi. 

Perwira dengan tiga bunga itu mengatakan, pihaknya menunggu, namun jika Baharudin Tony tetap tidak memenuhi panggilan maka akan dilakukan tindakan sesuai dengan Undang Undang. 

Sejatinya Baharudin Tony telah ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan delapan tersangka lainnya dalam kasus yang merugikan keuangan negara hingga Rp 4,9 miliar itu. 

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved