Cegah Covid 19, Pemda Belu Tidak Lockdown Wilayah Tapi Himbauan Saja

Upaya Pemerintah Kabupaten Belu dalam melakukan pencegahan penularan virus corona atau covid 19

POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
BUPATI----Bupati Belu, Willybrodus Lay 

Cegah Covid 19, Pemda Belu Tidak Lockdown Wilayah Tapi Himbauan Saja

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA--Upaya Pemerintah Kabupaten Belu dalam melakukan pencegahan penularan virus corona atau covid 19 bukan dengan cara lockdown wilayah tetapi memberikan himbuan kepada masyarakat.

Bupati Belu, Willybrodus Lay telah mengeluarkan surat edaran pencegahan covid 19 sejak tanggal 19 Maret 2020. Surat edaran nomor 907 tahun 2020 itu ditujukan kepada pimpinan OPD, BUMN, para camat, lurah, kepala desa dan kepala sekolah. Willy Lay membenarkan hal itu saat ditanya Pos Kupang.Com terkait kebijakan untuk lockdown wilayah.

Katanya, pemerintah tidak melakukan lockdown tetapi lebih banyak memberikan himbuan serta upaya pencegahan covid 19. Semua himbuan dan upaya pencegahan covid 19 sudah termuat dalam surat edaran Bupati.

Dalam surat edaran yang diterima Pos Kupang.Com dari Pemkab Belu, Rabu (1/4/2020) disebutkan sejumlah poin himbuan dari Bupati Belu.

Diantaranya, Pemerintah menghimbau beberapa hal penting yang perlu dilakukan yakni, menjaga areal kerja, sekolah dan fasilitas bersama tetap bersih dan hiegenis dengan cara membersihkan dengan disinfektan secara berkala.

Menyediakan sarana cuci tangan berupa air mengalir, sabun dan handsanitizer di tempat-tempat umum areal kerja. Menyediakan tisu dan masker bagi pegawai, sisiwa, tamu/pengunjung yang memiliki gejala batuk, pilek dan demam. Memasang pesan-pesan kesehatan di tempat-tempat strategis.

Membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat dengan cara cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer secara rutin. Batasi menyentuh wajah, hindung, mulut dan mata sebelum cuci tangan. Gunakan masker jika batuk/flu, batasi berjabatan tangan, menjaga jarak dengan orang yang deman/batuk.

Selain itu, sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri agar memperhatikan negara yang telah terjangkit covid 19 dan menghindari penugasan pegawai yang memiliki resiko penyakit. Pada saat menjalankan dinas ke negara yang telah terjangkit covid 19 selalu memperhatikan kesehatan dan apabila menderita sakit harus memberikan informasi pada kantor tempat kerja serta mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

Setelah kembali dari perjalanan dinas di negara yang telah terjangkit covid 19, pegawai yang bersangkutan diminta untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Melakukan pemantuan pegawai yang pulang dari negara yang telah terjangkit covid 19 apabila pegawai yang bersangkutan mengalami gejala demam di atas 38 derajat celsius.

PDAM Kota Kupang Pasang Wastafel Portable di Pasar dan Taman

Pemkab Matim Akan Bangun Rumah Sakit Tipe D di Watu Nggong, Ini Penjelasannya

Bupati Sumba Barat Perpanjang Masa Libur Sekolah Dan ASN Hingga 21 April 2020

Apabila batuk/nyeri tenggorokan/sesak napas segera menghubungi petugas kesehatan.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved