Virus Corona
Tekan Penyebaran Virus Corona, Physical Distancing Mungkin Berlaku Sampai Tahun 2022, Kenapa?
Namun, pertanyaan segera muncul, sampai kapankah Physical Distancing itu berlaku? Apakah pada saat virus corona mengalami tingkat penularan nol?
Namun, apakah tepat menjaga kekuatan imun dengan mengonsumsi vitamin kemasan setiap hari?
Vitamin C saja tidak cukup
Dokter sekaligus Ahli Gizi Komunitas dr. Tan Shot Yen menyebut vitamin suplemen semacam itu memang bermanfaat bagi tubuh, selama digunakan secara bijak sesuai dengan kebutuhan.
"Vitamin suplemen itu bukan tidak berguna, bahkan amat bermanfaat saat pemulihan dari sakit. Ketika asupannya memang sedang dibutuhkan terlebih pada kondisi-kondisi kesehatan tertentu," kata Tan saat dihubungi Rabu (1/4/2020).
Akan tetapi, Tan mengingatkan agar masyarakat tidak menyalahartikan bahwa jika telah konsumsi vitamin berarti seseorang sudah aman dari segala risiko kesehatan, terutama dari virus corona.
"Tapi sangat bahaya jika suplemen dijadikan penenang jiwa seakan-akan sudah minum vitamin, lalu tidak apa-apa makan ngaco sedikit. Atau mangkir olahraga, atau kerja lembur dikompensasi vitamin. Nah, ini bablas (sangat keliru)," sebut dia.
Menurut dia, bagaimana pun kita masih harus menjalankan pola hidup sehat mulai dari menjaga asupan makanan, olahraga, dan istirahat.
Bukan sehat yang didapat, terlalu banyak asupan vitamin yang masuk ke dalam tubuh justru bisa berakibat tidak baik. Ini yang juga harus menjadi perhatian.
Dosis ideal konsumsi vitamin C per hari
Selain itu, kebutuhan seseorang akan vitamin berbeda-beda tergantung pada jenis kelamin dan kondisi kesehatan masing-masing.
Untuk kondisi orang yang sehat, seseorang membutuhkan vitamin C per harinya sebanyak 75mg untuk perempuan, dan 90mg untuk laki-laki.
Sementara orang dengan kondisi gangguan kesehatan lainnya bisa saja membutuhkan lebih banyak atau lebih sedikit dari orang sehat pada umumnya.
Tan menjelaskan, vitamin ada yang larut di dalam lemak dan ada pula yang di dalam air. Vitamin yang larut dalam air akan dikeluarkan tubuh melalui urine, yakni vitamin B dan vitamin C.
Jika kelebihan vitamin, maka yang akan larut di dalam lemak akan diakumulasi atau disimpan dalam lemak tubuh, termasuk vitamin A, D, E, dan K.
"Tentu bahaya. Kelebihan vitamin C sebelum dibuang ke urine bisa menyebabkan kram perut, diare, sakit kepala, dada rasa terbakar, dan insomnia," jelas Tan.