Virus Corona

Tekan Penyebaran Virus Corona, Physical Distancing Mungkin Berlaku Sampai Tahun 2022, Kenapa?

Namun, pertanyaan segera muncul, sampai kapankah Physical Distancing itu berlaku? Apakah pada saat virus corona mengalami tingkat penularan nol?

Editor: Agustinus Sape
POS- KUPANG.COM/Ella Uzu Rasi
Salah satu contoh physical distancing, seperti yang terjadi di Gereja Paroki Santo Yoseph Naikoten Kupang beberapa waktu lalu. 

Tekan penyebaran Virus Corona, Physical Distancing Bakal Berlaku Sampai Tahun 2022, Kenapa?

POS-KUPANG.COM - Social Distancing atau sekarang lebih afdol disebut Physical Distancing ( jaga jarak fisik) diyakini sebagai salah satu cara untuk menekan penyebaran virus corona atau Covid-19 yang sedang mewabah di seluruh dunia.

Namun, pertanyaan segera muncul, sampai kapankah Physical Distancing itu berlaku? Apakah pada saat virus corona mengalami tingkat penularan nol atau kapan?

Ya, anjuran Social Distancing atau yang kini disebut sebagai Physical Distancing untuk menekan penyebaran virus corona membawa kembali ingatan kita ke sebuah pandemi besar dalam sejarah manusia, yaitu Flu Spanyol.

Saat wabah Flu Spanyol terjadi, kota-kota di AS tetap melakukan parade yang telah direncanakan sebelumnya. Satu bulan setelahnya, lebih dari 10.000 orang di Philadelphia, salah satu wilayah yang tetap mengadakan parade, meninggal dunia karena wabah ini 

Kejadian tersebut menyadarkan pentingnya Physical Distancing dilakukan selama pandemik. 

Satu analisis intervensi yang dilakukan di beberapa kota di sekitar AS selama pandemik tahun 2018 menunjukkan bahwa wilayah-wilayah yang melarang pertemuan publik, menutup bioskop, sekolah, dan gereja memiliki tingkat kematian yang lebih rendah.

100 tahun setelahnya, dunia kembali menghadapi pandemi yang berbeda, yaitu virus corona jenis baru atau Covid-19. 

"Saat ini, kita tidak tahu vaksin yang aman dan efektif. Kita juga tidak tahu apakah obat yang aman dan efektif akan bekerja menghilangkan infeksi Covid-19 ketika sudah terpapar. Oleh karena itu, hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah tindakan pencegahan," kata Profesor Epidemiologi dan Kesehatan Lingkungan di University of Canterbury New Zealand Arindam Basu sebagaimana dikutip BBC.

Saat ini, berbagai negara di dunia telah melakukan langkah-langkah sebagai upaya menegakkan jarak fisik ini untuk memperlambat penyebaran Covid-19.

Adapun upaya-upaya tersebut di antaranya adalah menghentikan pertemuan publik, menutup ruang-ruang publik, menutup sekolah, hingga memberlakukan penutupan total wilayah.

Isolasi diri merupakan bentuk dari social distancing, tetapi ada perbedaan penting dari keduanya. Isolasi diri dan karantina bertujuan untuk mencegah orang yang terinfeksi atau orang yang pernah melakukan kontak dengan mereka yang terinfeksi, untuk menularkan virus.

Sementara, social distancing atau physical distancing merupakan langkah yang lebih luas untuk menghentikan perkumpulan orang yang memungkinkan terjadinya penyebaran infeksi.

Sampai kapan?

Melansir BBC, kemungkinan upaya ini tetap harus dilakukan dalam beberapa waktu ke depan. Sebuah penelitian pemodelan komputer dari Harvard University memperingatkan perlunya langkah social distancing tetap dilakukan hingga tahun 2022 di AS.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved