Virus Corona

Tekan Penyebaran Virus Corona, Physical Distancing Mungkin Berlaku Sampai Tahun 2022, Kenapa?

Namun, pertanyaan segera muncul, sampai kapankah Physical Distancing itu berlaku? Apakah pada saat virus corona mengalami tingkat penularan nol?

Editor: Agustinus Sape
POS- KUPANG.COM/Ella Uzu Rasi
Salah satu contoh physical distancing, seperti yang terjadi di Gereja Paroki Santo Yoseph Naikoten Kupang beberapa waktu lalu. 

Langkah ini disebut tetap harus dijaga terlepas adanya intervensi seperti vaksin, pengobatan, ataupun langkah karantina yang agresif.

Sebab, ketika sebuah periode social distancing mampu menunda puncak wabah hingga tahun ini, masih ada kemungkinan adanya gelombang baru menjelang akhir tahun jika virus dipengaruhi variasi musim.

Perlunya social distancing

Namun, ada alasan yang sangat baik tentang mengapa menjaga jarak menjadi strategi penting dalam mengontrol pandemi Covid-19. 

Setiap orang yang terinfeksi virus ini diduga rata-rata menularkan kepada 2-3 orang lainnya dalam tahap awal wabah. Periode inkubasi, yaitu waktu antara infeksi dan gejala diperkirakan sekitar 5 hingga 14 hari. 

Jika seseorang terinfeksi dan tetap bersosialisasi seperti biasa, kemungkinan orang tersebut akan menularkan ke dua hingga tiga temannya yang kemudian akan menularkan kepada dua hingga tiga orang lainnya. 

Sudah ada beberapa bukti yang menjelaskan bahwa tinggal di rumah dan menjaga jarak aman dengan orang lain dapat memperlambat penyebaran dan menghentikan efek domino ini. 

Para ilmuwan telah menemukan adanya dua metode potensial untuk mengatasi pandemi ini dengan simulasi populasi di AS dan Inggris. 

Pertama, mitigasi, difokuskan hanya pada isolasi mereka yang paling rentan dan mengarantina mereka yang menunjukkan gejala.

Kedua, penekanan, menyertakan semua orang di dalam populasi untuk menerapkan jarak fisik ini. Sementara, mereka yang menunjukkan gejala dan orang-orang di dalam rumah yang sama mengarantina diri sendiri di dalam rumah.

Jaga Daya Tahan Tubuh

Selain jaga jarak, salah satu anjuran yang diberikan kepada masyarakat untuk mengatasi Covid-19 adalah menjaga daya tahan tubuh.

Salah satu cara menjaga daya tahan tubuh atau imunitas ini yakni dengan memastikan tubuh menerima asupan vitamin C dan E.

Merespons anjuran tersebut, tidak sedikit masyarakat yang kemudian langsung menyetok vitamin kemasan dalam bentuk pil atau tablet.

Vitamin tersebut kemudian dikonsumsi hampir setiap hari, dengan alasan untuk meningkatkan daya tahan tubuh di tengah ancaman virus corona. 

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved