VIDEO – Update Corona Belu NTT: 24 ODP Tersebar di Delapan Kecamatan

VIDEO – Update Corona Belu NTT: 24 ODP Tersebar di Delapan Kecamatan di Kabupaten Belu, NTT

VIDEO –  Update Corona Belu NTT: 24 ODP Tersebar di Delapan Kecamatan

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - VIDEO – Update Corona Belu NTT: 24 ODP Tersebar di Delapan Kecamatan

Status  Orang Dalam Pemantauan (ODP) Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Belu, NTT per tanggal 30 Maret 2020 sebanyak 24 orang.

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP)  tersebut tersebar di delapan kecamatan dari 12 kecamatan di Kabupaten Belu NTT yakni, 

Kecamatan Lasiolat 1 orang, Tasifeto Timur 3 orang, Kakuluk Mesak 2 orang, Kota Atambua 4 orang, Atambua Barat 4 orang, Atambua Selatan 4 orang, Tasifeto Barat 5 orang dan Kecamatan Raimanuk 1 orang. 

VIDEO – Cegah Corona NTT, Tim Gabungan Semprot Disinfektan di Kota Bajawa

VIDEO - Hujan Lima Jam di Sumba Timur, Banjir Porak Porandakan Dua Jembatan di Maudolung

VIDEO – Komunitas Etnis Tionghoa Bantu Disinfektan dan APD Untuk 51 Kelurahan di Kota Kupang

Empat kecamatan yang belum ada  Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah Kecamatan Lamaknen Selatan, Lamaknen, Raihat dan Nanaet Dubesi. 

Hal ini disampaikan Bupati Belu yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) Kabupaten Belu NTT, Willybrodus Lay dalam jumpa pers yang digelar di Posko Gugus Tugas, Selasa (31/3/2020) siang.

Dikatakannya, data Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Belu NTT sebanyak 24 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) nihil atau tidak ada sampai saat ini.

" Orang Dalam Pemantauan (ODP), Kabupaten Belu NTT sampai dengan tangal 30 Maret 2020, tercatat 24 orang, tersebar di sejumlah Kecamatan. Puji Tuhan yang dikategorikan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Belu NTT, masih nol (belum ada-Red)," ungkap Bupati Willy Lay. 

 Selain jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Bupati Willy Lay juga menyebutkan, pelaku perjalanan dalam pemantuan di Kabupaten Belu NTT, sebanyak 353 orang yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Belu NTT. Mereka adalah orang yang baru pulang dari luar daerah Kabupaten Belu

Bupati Willy Lay tidak menyebut 353 orang tersebut pulang dari daerah zona merah atau daerah terjangkit virus corona karena khawatir salah kaprah dan meresahkan masyarakat.

"Supaya jangan salah kutip yang membuat keresahan masyarakat, mereka pulang dari daerah-daerah yang dihimbau oleh pemerintah", pinta Willy Lay. 

Lebih lanjut, Bupati Willy Lay meminta kerja sama yang baik dari seluruh masyarakat Belu agar sama-sama menjaga dan mengawasi warga yang baru datang. Jika ada warga yang bari datang dari luar Kabupaten Belu seperti dari Malaysia, Jakarta maka segera melaporkan kepada pemerintah setempat dalam hal ini RT, RW, kepala desa, lurah, bisa juga lapor kepada Babinsa dan Babinkantibmas, camat bahkan bupati supaya orang tersebut bisa dipantau. 

Hadir dalam jumpa pers tersebut, Dandim 1605/Belu, Letkol (Inf) Ari Dwi Nugroho, Kapolres Belu, AKBP Cliffry Steiny Lapian, Kajari Belu, Alfons Loe Mau, Plt Sekda Belu, Marsel Mau Meta, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Joice Manek Kepala Dinas Kominfo Belu, Johanes A. Prihatin dan Direktut RSUD Atambua dr.Batsheba Elena Corputty,MARS. Selasa, 31/03/2020  (POS-KUPANG.COM, TENI JENAHAS)

Tonton, Like, Share, Subscribe Youtube Channel POS-KUPANG.COM

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Jhony Simon Lena
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved