UPDATE CORONA SUMBA TIMUR

UPDATE CORONA SUMBA TIMUR : ODP Covid-19 di Sumba Timur Terus Bertambah Jadi 33 Kasus

bertambah jadi 33 kasus. Setelah sebelumnya pada tanggal 28 Maret 2020 pukul 16.00 Wita dilaporkan 28 kasus

POS KUPANG/ROBERT ROPO
Kadis Kesehatan Sumba Timur Dr. Chrisnawan Try Haryantana. 

UPDATE CORONA SUMBA TIMUR :  ODP Covid-19 di Sumba Timur Terus Bertambah Jadi 33 Kasus

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--Update terkait orang dalam pemantauan (ODP) covid-19 di Kabupaten Sumba Timur sampai dengan tanggal 29 Maret 2020 pukul 16.00 Wita dilaporkan bertambah jadi 33 kasus. Setelah sebelumnya pada tanggal 28 Maret 2020 pukul 16.00 Wita dilaporkan 28 kasus.

Hal ini disampaikan oleh Tim Posko Covid-19 Dinkes Sumba Timur yang di shere ke akun facebook Posko Covid Sumba Timur dan group WatsApp Forum PRB sumba Timur, Senin (30/3/2020).

Dalam data tersebut dijelaskan, untuk pelaku perjalanan dari daerah terpapar sebanyak 391 orang. Dari 391 pelaku perjalanan itu, 33 diantaranya orang dalam pemantauan (ODP), sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) nihil atau 0 begitu juga dengan pasien positif covid-19 nihil alias 0.

Dalam data tersebut juga dijelaskan Tim Posko Covid-19 Sumba Timur, dari 27 ODP itu tersebar di Kecamatan Kota Waingapu sebanyak 16 kasus, Kambera 4 Kasus, Pandawai 1 kasus, Kanatang 2 Kasus, Kecamatan Tabundung 1 kasus, Nggoa 1 Kasus, Umalulu 1 Kasus dan luar wilayah 7 kasus ODP.

Sebelumnya Kadis Kesehatan Sumba Timur sekaligus Juru Bicara Posko Covid Dinkes Sumba Timur, dr Chrisnawan Try Haryantana menegaskan, demi mencegah penyebaran virus corona ini masyarakat diminta tetap di rumah, jaga kesehatan atau biasakan hidup bersih dan sehat.

Bagi yang baru datang dari Negara/daerah yang terpapar virus corona diharapkan memberikan data diri, daerah yang dikunjungi, tanggal berangkat dan tanggal kembali.

Peringatan Dini Soal Prediksi Cuaca di NTT Hari Ini, Simak Penjelasannya!

Jajaran Polres Kupang Siap Amankan Amanat Kapolri Terkait Pencegahan Covid 19

Polda NTT Laksanakan Operasi Pembubaran Kerumunan Massa, Yang Tidak Mau Bubar Akan Dipidana

"Selain itu, gejala awal yang timbul dan tanggal mulai dirasakan. Apakah sudah pernah ke fasilitas kesehatan atau dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan tanggal berapa dserta data yang diberikan harus benar sehingga mudah dalam pengontrolan petugas,"pungkas dr Chrisnawan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved