Virus Corona

PM Israel Benjamin Netanyahu Dikarantina Setelah Penasihat Ultra-Ortodoksnya Ketahuan Positif Corona

Menurut kabar terbaru, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan asistennya dikarantina setelah seorang staf di kantor mereka dinyatakan positif

KOMPAS.com/AFP/ABIR SULTAN
PM Israel Benjamin Netanyahu Dikarantina Setelah Penasihat Ultra-Ortodoksnya Ketahuan Positif Corona 

PM Israel Benjamin Netanyahu Dikarantina Setelah Penasihat Ultra-Ortodoksnya Ketahuan positif corona

POS-KUPANG.COM, YERUSALEM - Wabah virus corona atau Covid-19 benar-benar tidak pandang bulu. Orang-orang elite pun diserangnya.

Menurut kabar terbaru, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan asistennya dikarantina setelah seorang staf di kantor mereka dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Sebuah pernyataan dari kantor Netanyahu mengabarkan bahwa sebelum penyelidikan epidemologi selesai, dan untuk menghilangkan keraguan, Perdana Menteri Israel Benjamin Neganyahu memutuskan untuk dikarantina bersama staf dekatnya sampai tes yang dia lakukan keluar.

Staf yang dikabarkan positif terinfeksi virus corona adalah Rivka Paluch. Dia seorang penasihat Perdana Menteri untuk urusan Ultra-Ortodoks.

Paluch dikabarkan positif terjangkit virus corona pada Senin (30/3/2020). Dia menghabiskan waktu beberapa hari terakhir di sekitar Benjamin Netanyahu, anggota Knesset dan penasihat lainnya, berdasarkan laporan The Jerusalem Post.

Paluch dinyatakan positif beberapa jam setelah suaminya dirawat di rumah sakit karena virus corona.

Oleh karenanya, Perdana Menteri Benjaminn Netanyahu menjalani tes virus corona kedua kalinya.

Sebelumnya, Benjamin Netanyahu dinyatakan negatif dari virus corona pada 15 Maret lalu.

Dalam sebuah pernyataan, kantor perdana menteri itu mengabarkan kalau Netanyahu tidak perlu dikarantina.

Halaman
1234
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved