Virus Corona

PM Israel Benjamin Netanyahu Dikarantina Setelah Penasihat Ultra-Ortodoksnya Ketahuan Positif Corona

Menurut kabar terbaru, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan asistennya dikarantina setelah seorang staf di kantor mereka dinyatakan positif

Editor: Agustinus Sape
KOMPAS.com/AFP/ABIR SULTAN
PM Israel Benjamin Netanyahu Dikarantina Setelah Penasihat Ultra-Ortodoksnya Ketahuan Positif Corona 

Israel juga melarang masuknya warga atau turis asing ke negara mereka kecuali bagi mereka yang punya izin tempat tinggal di Israel.

Israel Masih Gempur Palestina

Meski diserang virus corona, Israel bukannya mengurungkan keinginannya berperang melawan Palestina.

Sebaliknya, justru dia terkesan memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang musuhnya Palestina

Dilansir dari Middle East Monitor, Asa Winstanley seorang jurnalis investigasi di London menulis betapa Israel justru mempercepat dan meningkatkan kediktatoran militer untuk lawan Palestina.

Winstanley memberi contoh, terbatasnya jumlah pekerja Palestina yang diizinkan bekerja di luar Tepi Barat tidak diberikan hak dan perlindungan oleh Israel.

Mereka malah dipisahkan dari keluarga mereka selama dua bulan dan keluarga mereka pun tidak diizinkan untuk tinggal di Israel karena rezim apartheid mereka.

Dalam satu insiden yang sangat mengejutkan, dari sebuah video pekan ini, pasukan pendudukan Israel mengusir seorang pekerja Palestina. Mereka membuangnya di sisi jalan di Tepi Barat, di dekat sebuah pos pemeriksaan.

Rezim pendudukan militer Israel terus berlanjut, dengan serangan terhadap penduduk sipil Palestina.

Tak hanya itu, tindakan lain di antaranya penangkapan di malam hari, pembunuhan dan tindak pelanggaran lainnya.

Satu-satunya yang berbeda dari Israel adalah kini prajurit mereka memakai masker wajah karena adanya wabah Covid-19.

Di tengah perang terhadap wabah Covid-19, Israel bukannya melakukan tindakan perlindungan untuk kesehatan dan keselamatan bersama baik Palestina maupun Israel sendiri. Justru mereka masih menggempur Palestina dengan tindakan represif, kriminal dan kekerasan.

Beberapa tahanan Palestina dipaksa hidup dalam kondisi yang mengerikan dan kejam di ruang bawah tanah Israel.

Kondisi itu telah dilaporkan oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia yang meminta karantina karena kontak dengan penjaga penjara Israel yang telah positif terjangkit corona.

Tindakan Israel ini tidak tampak di tengah krisis nasional yang sedang berlangsung di seluruh dunia. Terlebih pandemi global ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Pihak berwenang pun dengan mudah mengubur berita buruk untuk menghindari pengawasan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved