Corona Virus di NTT

Dilema Tenaga Medis Lembata: Hendak Periksa ODP Covid-19 Tapi Tak Dilengkapi APD

Tenaga medis di Kabupaten Lembata merasakan dilema di tengah situasi merebaknya Covid-19 yang sudah menjadi pan

Dilema Tenaga Medis Lembata: Hendak Periksa ODP Covid-19 Tapi Tak Dilengkapi APD
PK/Ricko Wawo
pertemuan para relawan Covid-19 Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata bersama Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday, Rabu (25/3/2020). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Tenaga medis di Kabupaten Lembata merasakan dilema di tengah situasi merebaknya Covid-19 yang sudah menjadi pandemik di seluruh dunia.

Para petugas medis ini mempunyai kewajiban memeriksa Warga Lembata yang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) tetapi sayangnya mereka tak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, handsanitizer dan sarung tangan.

Situasi ini membuat banyak petugas medis merasa waswas ketika hendak memeriksa para OPD yang ada di Lembata.
Wakil Ketua Ikatan Bidang Indonesia (IBI) Kabupaten Lembata Ramsy Langoday mengakui banyak tenaga medis di desa yang juga merasa khawatir karena mereka tak dilengkapi alat pelindung diri saat bertugas memantau ODP Covid-19 di Lembata. Apalagi kebanyakan ODP merupakan warga Lembata yang baru datang dari daerah-daerah yang sudah terpapar kasus virus corona.

"Hal yang konkret dari beberapa hari lalu ada banyak penumpangyang menuju ke Lembata melalui kapal kecil dan besar.

Sampai tadi malam kita cari penumpang yang di Desa Kolontobo tapi bidan masih ada yang tanya masker dan alat pelindung diri. Fasilitas kesehatan kita masih kurang. Jangankan untuk atasi corona, mau partus saja kita kesulitan dapat masker," keluh Ramsy dalam pertemuan para relawan Covid-19 Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata bersama Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday, Rabu (25/3/2020).

Dia menambahkan hal yang juga mengkhawatirkan ialah soal siapa yang berwenang memantau protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Lembata. Maksudnya, sampai saat ini ada warga Lembata yang baru pulang dari daerah di luar NTT tetapi tidak terdata secara baik, mereka tidak diperiksa, tidak dikarantina dan langsunh bertemu keluarga di rumah.

Pemain Bhayangkara FC Bermain Bola di Jalanan, Simak Informasi Liga 1 2020

"Warga juga tidak bisa mandiri ikuti protokol kesehatan apalagi karantina dan tinggal di rumah saja," jelasnya.
Ramsy juga meminta pemerintah mulai melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum.
"Kita benar-benar tidak siap," ungkapnya saat pertemuan yang dilangsungkan di Rumah Jabatan Wakil Bupati Lembata tersebut.

Antisipasi Covid-19, Posko Covid-19 Kota Kupang Terima Keluhan Masyarakat Lewat Aplikasi

Wabup Langoday mengakui kalau saat ini tidak ada stok masker di puskesmas-puskesmas di Lembata. Namun dirinya sudah melakukan komunikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT perihal logistik APD yang telah dikirim pemerintah pusat. Semua APD itu kini sudah ada di Kupang dan siap didistribusikan dari kupang ke rumah sakit rujukan di NTT termasuk Lembata.

Selain itu, dia pun meminta masing-masing pihak yang tergabung dalam Gugus Tugas Covid-19 untuk turun langsung ke lapangan dan mengatur mekaninisme kerjanya. Meskipun demikian orang nomor dua di Lembata ini mengakui para kepala desa dan bidan desa adalah ujung tombak pencegahan virus corona.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk menghidupkan kembali siskamling dan posko-posko lingkungan.

pertemuan para relawan Covid-19 Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata bersama Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday, Rabu (25/3/2020).
pertemuan para relawan Covid-19 Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata bersama Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday, Rabu (25/3/2020). (PK/Ricko Wawo)
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved