Kedai Kopi di Manggarai Timur, KopiBee Hadir bagi Kaum Milenial

Kedai Kopi di Kabupaten Manggarai Timur, KopiBee hadir bagi kaum milenial

Editor: Kanis Jehola
Kedai Kopi di Manggarai Timur, KopiBee Hadir bagi Kaum Milenial
RICARDUS WAWO
Para pegawai Bank NTT sedang menikmati Kopi Bana Lembata di Kedai Kopi Bank NTT Lewoleba, Jalan Trans Lembata, Rabu (2/10/2019)

POS-KUPANG.COM - KEDAI kopi bertajuk KopiBee hadir bagi kaum milenial di Kabupaten Manggarai Timur. Kedai KopiBee ini berada di jalan utama Peot, Kelurahan Peot, Kecamatan Borong.

Kedai KopiBee terinspirasi dari filosofi lebah atau madu. Lebah selalu menghasilkan air madu yang sangat disukai oleh berbagai makhluk hidup termasuk manusia.

Kedai KopiBee ini dibuka oleh Maria Shelbiane Ninut (25) tepat Hari Valentine, 14 Februari 2020 lalu.

Saat itu launching bertepatan dengan merayakan hari Valentine yang diikuti kaum milenial di Kota Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Sejak dibuka satu bulan lalu, kini Kedai KopiBee menjadi tempat nongkrong dan mengobrol dari kalangan milenial di Kota Borong.

Ahn Seo Hyun: Kecewa, Begini Penyebabnya

"Saya pernah bekerja di perusahaan swasta selama 7 tahun. Selama 7 tahun itu, saya bekerja di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Ngada. Selama bekerja saya tinggal di kost," jelasnya, Jumat (14/3) saat ngobrol santai sambil minum kopi arabika.

"Pengalaman tinggal di kost itu dimana saya selalu membeli makan di warung dan restoran dengan minum kopi khas Flores. Akhirnya saya memutuskan mandiri dengan membangun usaha sendiri dengan nama Kedai KopiBee," imbuhnya.

NEWS ANALYSIS Agus Pambagio Pengamat Kebijakan Publik: Genjot Social Distancing

Shelbi, sapaan akrab oleh rekan-rekannya, adalah lulusan Sekolah Menengah Atas yang memilih bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai.

Berawal dari karier sebagai kasir di perusahaan swasta itu membuat dirinya belajar banyak tentang peluang-peluang untuk membangun sebuah usaha dengan mandiri.
Biji kopi yang dijual di KopiBee dibeli dari Kota Ruteng.

Menurut Shelbi, ke depannya ia akan membeli biji kopi arabika dari Colol dan Bajawa. Harga secangkir kopi di KopiBee tergolong terjangkau, Rp 5.000. Sementara untuk makanan di kisaran Rp 15.000.

"Saya suka minum kopi Arabika khas Flores. Untuk itu Kedai ini saya namakan Kedai KopiBee untuk kaum milenial di Kota Borong," jelas Shelbi.

"Kedai KopiBee bukan cafe melainkan sebuah warung bagi kaum milenial untuk berbagi cerita dan saling curahan hati sambil menikmati hidangan minum kopi yang sangat murah," imbuhnya.

Sebelum membuka usaha Kedai ini, lanjut Shelbie, saya melakukan survei singkat dimana di Kota Borong tidak memiliki tempat nongkrong dan mengobrol bagi anak milenial. Namun harga minuman kopi di Kota Borong sangat mahal. Bahkan harga makanan juga terbilang mahal. Jadi untuk anak milenial tidak mungkin mereka bisa membeli minuman kopi dan makan tersebut.

"Saya berani membuka usaha kedai ini dengan mengambil sedikit keuntungan. Konsep saya agar ada anak-anak milenial memiliki tempat nongkrong dan ngobrol bagi sesama mereka," jelasnya.

"Jadi di kedai ini buah-buah lokal yang dibeli dari petani Manggarai Timur, seperti buah alpokat, buah kelapa muda, buah semangka, kecuali apel yang beli di supermarket. Buah pisang masak juga dibeli dari petani di Manggarai Timur untuk hidangan pisang goreng coklat dan juga hidangan kentang," lanjutnya.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved