Antisipasi Virus Corona Uskup Agung Ende Tiadakan Misa di Tiga Kabupaten di Flores
Antisipasi virus corona Uskup Agung Ende tiadakan misa di Tiga Kabupaten di Pulau Flores
Penulis: Romualdus Pius | Editor: Kanis Jehola
Antisipasi virus corona Uskup Agung Ende tiadakan misa di Tiga Kabupaten di Pulau Flores
POS-KUPANG.COM | ENDE - Mengantisipasi penyebaran virus corona, Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sensi Potokota meniadakan misa di tiga kabupaten yang merupakan wilayah Keuskupan Agung Ende masing-masing Ende, Nagekeo dan Ngada terhitung mulai dari 20 Maret sampai 3 April 2020.
Dalam surat dengan perihal instruksi pastoral yang didapatkan POS-KUPANG.COM di Ende, Sabtu (21/3) yang diberi judul bersama melawan virus corona ( Covid-19), Uskup Agung Ende menyapa umatnya dengan sebutan para pencinta kehidupan segenap Umat Katolik Keuskupan Agung Ende di Ende, Nagekeo dan Ngada.
• Ini Penegasan Kepsek SMAN 1 Waikabubak, Sumba Barat Setelah Liburkan Sekolah
"Mencermati dinamika penyebaran virus corona (Covid-19) yang semakin meluas bahkan ancaman yang kini semakin nyata di sekitar kita, keyakinan kita pada Tuhan Allah Yang Maha Rahim dan Berbelas Kasih tidak bisa, tidak harus disertai dengan langkah - langkah dan tindakan yang tepat, cepat dan terpadu," kata Uskup Vincentius.
"Oleh karena itu sebagai kelanjutan dari intruksi Pastoral Keuskupan Agung Ende per tanggal 17 Maret 2020 yang lalu sambil mendengarkan masukan dari banyak pihak, maka saya gembalamu terpanggil untuk memutuskan beberapa hal berikut ini," tambahnya.
• Festival Istana Ular di Manggarai Barat Digelar September 2020
"Saya ingin menegaskan kembali, bahwa sebagai bagian dari masyarakat manusia di bumi yang sedang terancam amat serius oleh bahaya kemanusiaan saat ini, segenap umat Katholik di Ende, Nagekeo, Ngada wajib mentaati dan mengikuti setiap panduan penanggulangan wabah virus corona yang diberikan oleh Pemerintah melalui lembaga gugus tugas berwenang,"kata Uskup Vincentius.
Dikatakan terhitung sejak hari ini Jumat, 20 Maret 2020 sampai Jumat 3 April 2020 semua program kegiatan gerejani yang melibatkan banyak orang ditiadakan, diantaranya misa harian, misa hari Minggu, misa arwah serta peringatan - peringatan lainnya.
Juga pelayanan sakramen tobat atau pengakuan serta devosi jalan salib, doa wajib di KUB, dan persekutuan doa lain apapun.
Selain itu kegiatan bima iman kelompok kategorial dan kegiatan - kegiatan rohani lainnya dan latihan - latihan liturgy persiapan Pekan Suci maupun pertemuan, pembekalan atau pelatihan terkait program - program pastoral.
Kendatipun demikian, aktivitas rohani seperti doa, pantang dan puasa juga Novena dan membaca serta merenungkan Kitab Suci hendaknya tetap menjadi perhatian setiap umat beriman yang dilakukan secara mandiri dalam setiap keluarga demi perawatan hidup rohani,ujar Uskup Vincentius.
Dikatakan ketentuan mengenai perayaan selama Pekan Suci akan disampaikan pada waktunya dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi.
Uskup Vincentius mengatakan dalam iman dan doa segenap umat wajib menerapkan perilaku harian yang aman untuk diri sendiri dan orang lain sekitar, agar bersama - sama mencegah penularan virus corona.
Terapkan panduan - panduan yang amat praktis dan mudah, misalnya tentang penting menjaga jarak aman untuk relasi langsung dengan orang lain ( Social Distacing), pentingnya isolasi karantina diri secara mandiri, pentingnya menjaga kondisi tubuh agar tetap sehatdan asupan makanan dan vitamin bagi daya atahan tubuh, serta pentingnya mengumpulkan cadangan makanan keluarga tetapi dengan sikap cinta dan bela rasa,ujar Uskup Vincentius.
Dikatakan demi anak - anak yang sedang menempuh pendidikan dari jenjang Paud sampai Tingkat SMA atau SMK yang berada di tanggung jawab gereja, semua pihak terkait wajib mengikuti himbauan dan intruksi Gubernur NTT No. 443/100/PK 2020 tertanggal 18 Maret 2020 dengan semua butir panduan teknis operasionalnya.
"Bagi para imam dan Biarawan dan Biarawati dalam kaitan dengan melawan virus corona anda harus menjadi pelopor dan panutan dalam hal perilaku hidup aman dan sehat untuk diri sendiri dan komunitas - komunitasmu," ujar Uskup Vincentius.