Perhatian! 5 Mitos Terkait Virus Corona COVID-19 Ini Sudah Tersebar Luas, Begini Fakta Sesungguhnya

Perhatian! 5 Mitos Terkait Virus Corona COVID-19 Ini Sudah Tersebar Luas, Begini Fakta Sesungguhnya

Editor: maria anitoda
(Shutterstock)
Perhatian! 5 Mitos Terkait Virus Corona COVID-19 Ini Sudah Tersebar Luas, Begini Fakta Sesungguhnya 

Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, SARS-CoV-2 berawal dari terinfeksinya kelelawar, yang menunjukkan bahwa virus tersebut berasal dari kelelawar dan kemudian melompat ke manusia.

3. Mitos: Terjangkit Covid-19 ternyata tidaklah mematikan!

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Cina pada 18 Februari lalu, 81% orang yang terjangkit Covid-19 masuk dalam kategori ringan.

Sekitar 13,8% melaporkan penyakit parah, yang berarti mereka sesak napas, atau membutuhkan oksigen tambahan, dan sekitar 4,7% kritis, artinya mereka menghadapi kegagalan pernapasan, kegagalan multi-organ atau syok septik.

Data sejauh ini menunjukkan bahwa hanya sekitar 2,3% orang yang terinfeksi Covid-19 meninggal akibat virus.

Biasanya orang-orang yang lebih tua atau memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya tampaknya paling berisiko mengalami penyakit parah atau komplikasi.

Meskipun tidak perlu panik, tetapi kita harus tetap waspada.

Jalan Salib dan Dua Pekan Perayaan Ekaristi Sementara Ditiadakan di Stasi St. Kristoforus Matani

Ini Kebijakan Keuskupan Atambua Untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Ketua Pengadilan Negeri Bajawa Pimpin Aksi Kemanusiaan di Kota Bajawa, Simak Liputannya!

Gejala Corona Dari Hari Pertama, Beda Antara Sakit Flu dengan Terkena Virus Corona

4. Mitos: Hewan peliharaan bisa menyebarkan Covid-19

Sejauh ini, terdapat satu anjing di China yang terinfeksi Covid-19 dari pemiliknya, tetapi dalam kategori terfinfeksi rendah.

Sehingga menurut The South China Morning Post, bahwa anjing mungkin rentan untuk mengambil virus dari manusia.

Bahkan kata pakar kesehatan hewan, Vanessa Barrs dari City University, beberapa anjing dan kucing dinyatakan positif terkena virus yang sama, SARS-CoV, selama wabah pada 2003.

"Pengalaman sebelumnya dengan SARS menunjukkan bahwa kucing dan anjing tidak akan menjadi sakit atau menularkan virus ke manusia," katanya.

"Yang penting, tidak ada bukti penularan virus dari anjing peliharaan atau kucing ke manusia."

Meski begitu, kita tetap harus waspada terhadap hewan peliharaan di rumah, dengan cara merawatnya dan menjaga kebersihan sebaik mungkin.

5. Mitos: Tidak aman terima paket dari China

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved