Salam Pos Kupang
Bersama Cegah Corona
Ayo mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang berjudul Bersama Cegah Corona
Ayo mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang berjudul Bersama Cegah Corona
POS-KUPANG.COM - PEMERINTAH merilis perkembangan terbaru kasus Covid-19 hingga 18 Maret 2020 sore. Sebanyak 19 orang meninggal dunia, dengan jumlah kematian terbesar di DKI Jakarta, 12 orang.
Sementara kasus positif Corona menjadi 227. Padahal sehari sebelumnya, 17 Maret 2020, baru 172 kasus positif Corona, dengan angka kematian 5 orang. Itu artinya, dalam sehari Corona telah merenggut 14 nyawa, dan kasus positif Corona melonjak drastis 55 kasus.
• Misa Pentabhisan Uskup Ruteng, Panitia Imbau Hanya Umat Sehat yang Ikut, Banyak Kursi Kosong
Dari jumlah tersebut bisa dihitung Case Fatality Rate (CFR) Indonesia dalam pandemi Covid-19 setinggi 8,37 persen. Dengan angka 8,37 persen, maka Indonesia memiliki tingkat kematian dua kali lipat lebih tinggi ketimbang rata-rata tingkat kematian dunia akibat pandemi ini.
Bukan tidak mungkin jumlah kematian dan kasus positif Covid-19 akan terus bertambah. Apalagi melihat wilayah sebaran yang kian meluas. Bali, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatera Utara. Angka ini, sejatinya menyentak kesadaran publik dan para pemangku kepentingan, bahwa tidak ada alasan menyepelekan Covid-19.
• Permudah Pelanggan Kerja dan Belajar dari Rumah, XL Axiata Sediakan Gratis Akses
Corona amat serius. Ia telah meluluhlantakkan China, Itali, hingga Iran. Sedikit saja lengah, Corona akan menjelma bencana mengerikan di Tanah Air. Apalagi, kita adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Sungguh mengerikan jika massif.
Oleh karena itu, pemerintah harus melakukan upaya sungguh-sungguh. Tidak saja menangani para pasien, tim medis yang rentan, namun juga masyarakat luas yang belum terpapar. Dalam konteks ini selain mengobati, langkah pencegahan juga tidak kalah urgen.
Satu di antara langkah pencegahan itu adalah dengan memutus mata rantai Corona selama 14 hari. Meliburkan pelajar dan mahasiswa hingga menutup sejumlah destinasi wisata, menjadi pilihan sejumlah daerah dalam mitigasi Corona.
Karena itulah langkah Gubernur Viktor Laiskodat meliburkan sekolah di seluruh NTT selama 14 hari mulai 20 Maret hingga 4 April 2020, patut diapresiasi. Memang, belum ditemukan kasus positif Covid- 19.
Namun, keberadaan 6 pasien dalam pengawasan intensif, sudah lebih dari cukup untuk waspada. Di sisi lain, pemerintah juga harus transparan dan terbuka tanpa telanjang, untuk menyampaikan informasi kepada publik soal perkembangan Corona.
Transparansi ini penting untuk menambah kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat, yang amat mudah terombang-ambing oleh informasi yang menyebar luas dan cepat melalui media sosial.
Di sisi lain, inisiatif sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Kupang dalam mencegah virus Corona, juga sungguh menggembirakan. Di Lippo Mall Fatululi misalnya, pengelola menyediakan hand sanitizer (antiseptik) di pintu masuk.
Setiap pengunjung juga diperiksa suhu tubuhnya dengan termometer tembak dan melarang masuk mereka yang terdeteksi punya panas tubuh 37 derajat. Tidak hanya itu, pengelola juga menyiapkan satu operator khusus di dalam lift.
Namun, upaya pencegahan ini tidak akan banyak berarti jika warga sendiri abai dengan pola hidup bersih dan sehat. Bukankah entitas kebersihan sebenarnya telah diajarkan dalam konsep kehidupan bergama.
Bahkan Islam menempatkannya sebagai bagian dari Iman melalui hadist An-Nazhofatu minal Iman atau kebersihan sebagian dari Iman. Akhirnya butuh gerakan bersama untuk mencegah, menangkal Covid-19.
Sudah barang tentu, sambil menengadah lebar, merapal doa terbaik kepada zat yang kamislihi syaiun agar bangsa ini segera terbebas dari virus yang telah merenggut 7.955 penduduk dunia ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketimpangan-pendapatan-patologi-inheren-perekonomian.jpg)