Uji Kompetensi Tingkatkan Kualitas dan Daya Saing Tenaga Kelistrikan di NTT

Ujian kompetensi tersebut, jelasnya, diadakan dengan simulasi dan praktek yang berlangsung selama satu Minggu.

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/RYAN NONG
Foto bersama Kepala Dinas PMPTSP NTT dan GM PT Akmei NTT serta tim Uji Kompetensi usai pembukaan kegiatan di Hotel Neo Aston Kupang pada Senin (16/3/2020). 

Uji Kompetensi Tingkatkan Kualitas Dan Daya Saing Tenaga Kelistrikan di NTT

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga teknis kelistrikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, PT Akmei NTT menggelar ujian kompetensi. 

Uji kompetensi yang dibuka oleh Kepala  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTT, Masrsianus Jawa diselenggarakan di Hotel Neo Aston El Tari Kupang pada Senin hingga Sabtu, 16-21 Maret 2020. 

Sebanyak 33 peserta dari seluruh wilayah NTT ikut ambil bagian dalam kegiatan yang menghadirkan  Tim Uji Kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi PT Leskatmelin Bandung. Peserta terdiri dari tenaga teknik ketenagalistrikan baik yang bekerja di bidang distribusi tenaga listrik, bidang instalasi pemanfaatan tenaga listrik serta bidang pembangkit tenaga listrik.

GM PT Akmei NTT, Gregorius A Wara kepada POS-KUPANG.COM menjelaskan, hadirnya kegiatan uji kompetensi merupakan upaya Akmei dalam menjawab tuntutan sumber daya manusia yang berkompeten dalam bidang kelistrikan khususnya di Provinsi NTT. 

Usaha ketenagalistrikan saat ini, jelasnya, berkembang sangat pesat dikarenakan permintaan akan kebutuhan tenaga listrik yang terus meningkat. Hal tersebut memerlukan sumber daya manusia yang kompeten.

Ia mengatakan, dasar hukumnya juga telah tertuang dalam Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan Pasal 44 ayat (6), yang berbunyi Setiap tenaga teknik dalam usaha ketenagalistrikan wajib memiliki sertifikat kompetensi.

Selain itu, dalam amanat Undang-undang Ketenagalistrikan juga menyatakan bahwa pemerintah melakukan pembinaan dan pengawasan umum tercapainya standardisasi dalam bidang ketenagalistrikan. 

Sebagai pelaksana, ia berharap agar para peserta ujian kompetensi dapat meningkatkan kualitas kompetensi sehingga dapat menjadi tenaga yang memiliki daya saing tinggi. Ia juga berpesan agar para peserta dapat memanfaatkan dan menggunakan uji kompetensi sebaik baiknya.   

"Kita lebih memfokuskan untuk tenaga teknik di bidang perhotelan berbintang yang ada di NTT. Harapan kita agar putra daerah bisa mengikuti sertifikasi dan menjadi tenaga yang bisa menguasai pasar kerja lokal," katanya. 

Ujian kompetensi tersebut, jelasnya, diadakan dengan simulasi dan praktek yang berlangsung selama satu Minggu. 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Provinsi NTT terutama kepada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTT serta  Dinas PMPTSP Provinsi NTT yang mendukung kegiatan tersebut. 

Ketua Tim Uji Kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi PT Leskatmelin Bandung, Norman Mahyuddin mengapresiasi pelaksanaan uji kompetensi periode kedua dan ketiga tersebut.  Ia mengatakan, ada peningkatan keikutsertaan peserta dibanding pada periode pertama tahun 2019 lalu. 

Ia berharap, hasil uji kompetensi dapat menjadi dasar dan standar tenaga teknis untuk bekerja di bidang kelistrikan sesuai kompetensi.mereka masing masing. 

Bupati Niga Dapawole,Tunggu Perintah Gubernur NTT Liburkan Sekolah dan ASN Kerja Di Rumah

Tersangka Pembunuhan di Belu Terancam Pidana Penjara Seumur Hidup

Polairud Polda NTT Amankan Puluhan Karton Tembakau dan Rokok di Perbatasan RDTL

Uji kompetensi tersebut, lanjutnya, juga menjadi satu spirit perkembangan dan peningkatan kualitas tenaga kelistrikan di NTT. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved