Komisi V DPRD NTT Sidak RSUD Johannes Kupang

Komisi V DPRD NTT melakukan inspeksi mendadak ( sidak) di RSUD Johannes Kupang

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Komisi V DPRD NTT berpose usai melakukan sidak di RSUD Prof. WZ. Johannes Kupang, Jumat (13/3/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Komisi V DPRD NTT melakukan inspeksi mendadak ( sidak) di RSUD Johannes Kupang. Sidak ini juga sekaligus memantau beberapa ruang pelayanan di rumah sakit itu. Sidak ini berlangsung Jumat (13/3/2020).

Sidak dipimpin Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa dan dua wakil ketua, yakni H. Ir. M. Ansor dan Kristien Samiyati Pati. Hadir pula anggota Komisi V, Yeni Veronika, Ana Waha Kolin, Yan Windy dan Gonzalo.

Beberapa ruang yang dikunjungi yakni ruang pelayanan Kemoterapi, operasi, Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan IGD.

Bupati Niga Dapawole Ajak Peserta Rakerda Banggakencana Nonton Pasola

Di ruang pelayanan Kemoterapi, DPRD juga mendapat informasi bahwa ada jenis obat yang tidak ada sehingga pelayanan pasien sempat terhambat.

Komisi V DPRD NTT juga meminta agar manajemen rumah sakit harus berupaya agar stok obat-obatan selalu tersedia sehingga tidak mengganggu pelayanan.

Antisipasi Virus Corona, ASN di TTS yang Lakukan Perjalanan Dinas Dirumahkan 14 Hari

Mereka juga sempat berdialog dengan dokter Onkologi, dr. Laurens Paulus sebelum meninggalkan RSUD Johannes Kupang.

Di ruang NICU, Komisi V DPRD NTT menemukan salah satu ruangan yang mengalami kerusakan, yakni rembesan air dari AC.

DPRD NTT meminta agar manajemen rumah sakit segera memperbaiki kerusakan itu, agar ruangan itu bisa dimanfaatkan.

Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Kristien Samiyati Pati sempat memantau dari dekat beberapa bayi yang ada di ruang NICU.

Bayi yang ada di ruang itu adalah bayi yang lahir prematur dan memerlukan perawatan khusus.

Saat berada di RSUD Johannes Kupang, Komisi V DPRD NTT didampingi Wadir Pelayanan, dr. Stef, Kabid Penunjang Pelayanan, Theresia Rani, Kepala Farmasi, Siti dan sejumlah pejabat lainnya.

Saat itu para anggota DPRD dari Komisi V ini hendak masuk ke ruang operasi, namun karena untuk masuk ke dalam ruangan harus menggunakan pakaian laboratorium, maka mereka hanya berdiri beberapa menit di depan ruang operasi.

Wadir Pelayanan RSUD Johannes Kupang, dr. Stef mengaku, khusus di ruang NICU ada sedikit rembesan dari AC.

"Kerusakan ini memang masih diupayakan untuk diperbaiki, karena teknisi di rumah sakit itu belum memiliki pengalaman untuk memperbaiki AC tersebut. Teman-teman dari bidang penunjang pelayanan sedang berupaya untuk memperbaiki," kata Stef.

Dikatakan, meski dengan kondisi itu, namun rumah sakit masih tetap memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

"Kapasitas di NICU 21 orang, beberapa waktu lalu overload hingga 26 orang, tapi kita masih bisa tampung," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved