Dampak Serangan ASF Pada Ternak Babi, Peternak di TTS Alami Kerugian Miliaran Rupiah
Dampak serangan ASF pada ternak babi, peternak babi di Kabupaten TTS alami kerugian Miliaran Rupiah
Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
Dampak serangan ASF pada ternak babi, peternak babi di Kabupaten TTS alami kerugian Miliaran Rupiah
POS-KUPANG.COM | SOE - Sekretaris Dinas Perternakan Kabupaten TTS, Ari Ati mengatakan, jumlah ternak babi di Kabupaten TTS yang mati diduga kuat akibat serangan ASF sudah mencapai angka 985 ekor. Saat ini sampel ternak babi yang mati masih diperiksa di Lab Peternakan Propinsi NTT.
Untuk memastikan apakah penyebab kematian babi adalah ASF, pemeriksaan sampel akan dilanjutkan di Medan.
• Pekan QRIS Nasional 2020, BI NTT Gelar Sosialisasi QRIS Unggul
"Kuat dugaan penyebab kematian ternak babi di Kabupaten TTS akibat serangan ASF. Dugaan ini muncul setelah kasus kematian babi di Malaka, Belu, TTU, Kabupaten Kupang dan Kota Kupang sudah positif ASF. Namun untuk kepastiannya kita tunggu hasil pemeriksaan labnya. Semoga dalam satu atau dua hari kedepan kita sudah bisa kantongi hasil labnya," ungkap Ari dalam kegiatan pelatihan tematik peternak non aparatur di aula kantor Dinas Peternakan, Kamis (12/3/2020) pagi.
Jika dikalikan dengan 3 juta perekornya lanjut Ari, maka kerugian yang dialami peternak mendekati angka 3 miliar. Namun diakuinya hingga saat ini vaksin ASF belum ditemukan.
• Amien Rais Bentuk PAN Reformasi, PAN Kabupaten Kupang Belum Bersikap
"Kalau kita rupiahkan dengan satu ekor babi dihargai 3 juta maka jumlah sudah hampir 3 miliar," ujarnya.
Kasi Pelatihan Non Aparatur, Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang ( BBPP Kupang), Rais Sidik mengaku, sudah mendengar informasi terkait serangan ASF di pulau Timor.
Namun terkait penanganan serangan virus tersebut bukan merupakan tupoksinya dari BBPP Kupang.
"Kami tugasnya hanya melatih pak. Kalau soal penanganan virus ASF itu melekat pada dinas peternakan kabupaten dan propinsi masing-masing, bukan tugas kita," sebutnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)