Tidak Ada Titik Bahaya di Tempat Pemandian Bidadari Wisata Air Terjun Waimarang, Sumba Timur

Nas menimpa Grace Subyanto ibu cantik 32 tahun asal Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, tewas diseret banjir

Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Jenazah Korban sedang dievakuasi anggota polisi dan warga 

Tidak Ada Titik Bahaya di Tempat Pemandian Bidadari Wisata Air Terjun Waimarang, Sumba Timur

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU----Nas menimpa Grace Subyanto ibu cantik 32 tahun asal Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, tewas diseret banjir di air terjun Waimarang, di Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Senin (9/3/2020) pada pukul 12.00 Wita.

Terkait dengan adanya korban yang tewas akibat terseret banjir itu, ketika ditanya terkait apakah perlu ada pemasangang rambu-rambu pengaman untuk titik-titik tertentu yang dianggap membahayakan keselamatan bagi para pengunjung di tempat wisata itu.

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Sumba Timur, Yudi Umbu T. T. Rawambaku kepada POS-KUPANG. COM, Selasa (10/3/2020) menegaskan, tidak ada titik yang membahayakan di Air Terjun Waimarang karena destinasi tersebut berupa atau berbentuk Kolam. Cerita leluhur disebut tempat Pemandian Bidadari.

Menurutnya, hingga terjadinya korban jiwa tersebut merupajan sebuah kecelakaan alam yang menimbulkan korban.

"Waimarang itu aman dan myaman, sebenarnya ini sebuah kecelakaan atau tragedi alam yang menimbulkan korban. Secara manusiawi, kami sangat menyesal dan berduka cita yang mendalam akan kematian Ananda terkasih, semoga sanak keluarga yang ditinggalkan mendapat Penghiburan dari DIA Sang Pemilik Hidup ini,"tulis Yudi dalam pesan WatsApp.

Lanjut Yudi, pada tahun anggaran 2020 ini Dinas Pariwisata melalui Bidang Destinasi Dan Industri Pariwisata melalui DAK Penugasan 2020, akan melakukan penataan destinasi tersebut. Berupa pedesterian (jalur pejalan kaki) hingga jalan turun dan naik air terjun.

"Semuanya dibuat alami agar tidak hilang unsur kearifan lokalnya. Masyarakat destinasi tersebut sangat antusias dan selalu menjaga keberadaan destinasi, bahkan mereka dengan swadaya merawat tempat itu,"ungkap Yudi.

Jadwal Pertandingan Persib Bandung vs PSS Sleman Liga 1 2020, Berpeluang Digelar di Stadion GBLA?

Lima Jam Menkes Kembali dari Maumere, Korban Ke-14 Mati DBD

Tinggalkan Dulu Jabatan dan Seragam, ASN di Sikka Lebih Peduli DBD

Warga Raimanuk-Belu Tewas Dibunuh, Camat Minta Warga Tidak Lakukan Balas Dendam

Yudi juga mengaku, pihaknya juga membangun komunikasi, sinkronisasi kegiatan dengan Kehutanan sehingga Pengembangan Kawasan Destinasi Air Terjun Waimarang lebih menjaga keberlangsungan, keindahan, terhindar dari penyalahgunaan kawasan yang membawa dampak buruk bagi hutan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved