Penenun di Sumba Barat Diminta Pertahankan Kualitas

nilai jual kainnya terus mendongkrak pertumbuhan ekonomi keluarga yang tentunya mendongkrak juga pertumbuhan ekonomi daerah.

POS KUPANG/ISTIMEWA
Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole memberikan arahan pada sosialisasi UMKM di Aula GKS, Waikabubak, Senin (9/3/2020). 

Penenun di Sumba Barat Diminta Pertahankan Kualitas

POS-KUPANG.COM |WAIKABUBAK --Para penenun di Kabupaten Sumba Barat diminta tetap mempertahankan kualitas agar nilai jual kainnya terus mendongkrak pertumbuhan ekonomi keluarga yang tentunya mendongkrak juga pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal ini ditegaskan Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole pada Sosialisasi Kebijakan Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang diselenggarakan Biro Ekonomi dan Kerja sama pada Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur di Aula Kantor GKS Waikabubak, Senin, (9/3/2020)

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutan tertulis yang dibacakan Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole memberikan apresiasi atas inisiasi Biro Ekonomi dan Kerja sama Setda Provinsi NTT yang bersinergi dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT.

Gubernur juga memberikan apresiasi atas kinerja Pemda Sumba Barat melalui Bagian Ekonomi pada Setda Kabupaten Sumba Barat sehingga Kabupaten Sumba Barat berhasil memperoleh Predikat Progres Tertinggi Up Load Calon Debitur Potensial KUR ke dalam Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) di NTT.

Dalam rilis yang dikirim Kabag Humas dan Protokol Setda Sumba Barat, Ridho Samani kepada Pos Kupang.Com, Selasa (10/3/2020), dikatakan peningkatan yang dicapai Kabupaten Sumba Barat dari jumlah calon debitur Tahun 2018 sebanyak 768 Tahun 2019 menjadi 1129, mengalami peningkatan 766 atau 311,01%.

Gubernur mengharapkan kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan dampak terhadap peningkatan daya saing UMKM di Kabupaten Sumba Barat khususnya dan Nusa Tenggara Timur umumnya.

Sementara Bupati Niga Dapawole pada kesempatan itu mengatakan, tidak bisa dipungkiri, sejak Pulau Sumba ditetapkan sebagai pulau terindah di dunia, perekonomian di bidang pariwisata di Kabupaten Sumba Barat semakin meningkat.

Oleh karena itu, Niga Dapawole mengimbau kepada para pemilik/pengelola UMKM di Kabupaten Sumba Barat harus mampu mengelola dan mengembangkan usahanya dengan berbagai program yang telah difasilitasi oleh pemerintah.

"Harus mampu bersaing dan berikan yang terbaik, utamakan kualitas/mutu dari barang yang dijual. Khusus kepada para penenun, agar dapat mempertahankan kualitas kain yang ditenun dan kepada pemilik UMKM yang mengelola pangan lokal diusahakan agar produk makanannya sudah dapat menggunakan label sehingga dapat diperdagangkan sampai keluar Sumba Barat," tandas Niga Dapawole.

Niga Dapawole mengucap terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT yang telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi di Kabupaten Sumba Barat.

Kepala Biro Ekonomi dan Kerja sama Setda Provinsi NTT, Dr. Drs. Lery Rupidara, M. Si mengatakan, target yang harus dicapai dalam mewujudkan NTT Bangkit , NTT Sejahtera adalah pertumbuhan ekonomi dari 5,19% menjadi 10,09% dan penurunan penduduk miskin dari 21,30% menjadi 12% pada tahun 2023.

"Institusi UMKM masih merupakan institusi utama dalam perhatian utama ditingkat dunia. Kita sering mendengar literasi keuangan, usaha apapun yang dilakukan selalu tak lepas dari namanya keuangan. Literasi keuangan di Indonesia, khususnya di NTT masih kurang oleh karenanya dilakukan kegiatan hari ini," ujar Lery.

Lery juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat atas kolaborasi ini.

Polisi Periksa Intensif Mahasiswi Yang Jadi Korban Gunting Celana oleh Dosen di Kupang

Eksekutif Muda di Kupang Digerebek Warga,Diduga Selingkuhi Istri Polisi, Sempat Lari & Panjat Tembok

Buruh Pelabuhan di Kupang Sodomi Remaja SMP dan SMA di Kos Usai Beri Minuman Keras

Anak Usia 13 Tahun di Lembata Dihamili, Pelaku Melarikan Diri

Hadir pada kesempatan itu, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Pimpinan Perangkat Daerah yang tergabung dalam Dinas Kemakmuran, Kepala Bagian Ekonomi, Kepala Bagian Humas dan Protokol, Pimpinan BUMN/BUMD, Kepala Pegadaian Waikabubak, Pimpinan Permodalan Nasional Madani, para Pengurus Koperasi dan para Pelaku UMKM di Kabupaten Sumba Barat.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gerardus Manyella)

Penulis: Gerardus Manyela
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved